Ingin Cabut dari Bursa, Ada Emiten Rayu Investor Publik, Sempat Tebar Dividen Rp 50 Ribu
JAKARTA, investor.id - Perusahaan farmasi PT Organon Pharma Indonesia Tbk (SCPI) menyampaikan perkembangan terkini terkait rencana perseroan menjadi perusahaan tertutup.
Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2023 dijelaskan bahwa pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, seluruh saham Organon Pharma (SCPI) sejumlah 3,6 juta saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Lalu, manajemen Organon Pharma menjelaskan, pada tanggal 23 Januari 2014, perusahaan memperoleh persetujuan dari mayoritas pemegang saham terkait dengan rencana penghapusan pencatatan saham perusahaan dari BEI dan terkait perubahan status perusahaan menjadi perusahaan tertutup.
Sampai dengan tanggal otorisasi laporan keuangannya, sambung manajemen SCPI, perusahaan masih berupaya untuk mendapatkan persetujuan dari pemegang saham publik untuk menjual sahamnya sebelum memperoleh persetujuan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI terkait perubahan status perusahaan menjadi perusahaan tertutup.
Sementara itu, perseroan sempat membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2022 senilai Rp 50.000 per saham atau secara total Rp 180 miliar. Pembayarannya dilakukan pada 7 Juli lalu.
Data keuangan per 31 Desember 2022 yang mendasari pembagian dividen adalah laba bersih yang didapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 174,78 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp 12,78 miliar, dan total ekuitas Rp 985,33 miliar.
Adapun jumlah saham Organon (SCPI) yang saat ini tercatat di BEI adalah sebanyak 3,6 juta saham. Pemiliknya terdiri dari Organon LLC selaku pengendali menguasai 98,78% saham. Sedangkan masyarakat hanya 43.664 saham. Jumlah pemegang saham seluruhnya hanya 438 pemegang saham per 31 Juli 2023. Posisi saham SCPI saat ini dalam status disuspensi di level Rp 29.000.
Semester I
Sementara itu, Organon Pharma mencatatkan penjualan bersih Rp 1,23 triliun sepanjang semester I-2023. Naik 14,6% dari Rp 1,07 triliun di periode yang sama tahun lalu.
Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2023, perseroan membukukan beban pokok penjualan Rp 1,04 triliun yang meningkat dari Rp 916,12 miliar pada semester pertama tahun lalu. Laba kotor membesar dari Rp 159,59 miliar menjadi Rp 191,16 miliar.
Sedangkan, laba tahun berjalan Organon Pharma Rp 134,72 miliar di paruh pertama tahun ini. Angkanya meningkat 29,2% dari realisasi enam bulan awal tahun 2022 di posisi Rp 104,20 miliar.
Per 30 Juni 2023, total aset Organon Pharma (SCPI) sebesar Rp 1,53 triliun, liabilitas Rp 595,17 miliar, dan ekuitas Rp 940,06 miliar. Kas di bank Rp 302,46 miliar.
Ruang lingkup kegiatan perusahaan meliputi pembuatan dan pengolahan obat-obatan, suplemen kesehatan/makanan, dan lainnya. Perusahaan merupakan anggota kelompok usaha yang dimiliki oleh Organon & Co Amerika Serikat.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






