Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Rebound, Dipicu Tren Bullish Minyak Kedelai 

Penulis : Indah Handayani
22 Aug 2023 | 05:20 WIB
BAGIKAN
ilustrasi CPO (Foto: REUTERS/Hasnoor Hussain)
ilustrasi CPO (Foto: REUTERS/Hasnoor Hussain)

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives rebound pada perdagangan Senin (21/8/2023). Dipicu tren bullish pada harga minyak kedelai.  

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Senin (21/8/2023), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman September 2023 naik 68 Ringgit Malaysia per ton menjadi 3.922 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO pengiriman Oktober 2023 terkerek 60 Ringgit Malaysia menjadi 3.924 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak berjangka CPO pengiriman November 2023 meningkat 65 Ringgit Malaysia menjadi 3.936 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO pengiriman Desember 2023 bertambah 69 Ringgit Malaysia menjadi 3.947 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Sedangkan kontrak berjangka pengiriman CPO Januari menguat 69 Ringgit Malaysia menjadi 3.962 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO pengiriman Februari 2024 melesat 67 Ringgit Malaysia menjadi 3.975 Ringgit Malaysia per ton.

Kepala Riset Komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai Anilkumar Bagani mengatakan, harga CPO melanjutkan tren bullish dari minggu lalu. “Hal ini mengikuti tren bullish yang terlihat pada harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBoT) dan Dalian Commodity Exchanges selama jam perdagangan Asia pada Senin,” katanya dikutip dari Bernama.

Anilkumar mengatakan pertumbuhan yang stabil dalam ekspor minyak sawit Malaysia bulan ini, ditambah dengan ringgit yang lebih lemah, juga dipandang sebagai dukungan penguatan harga CPO.  "Ekspor minyak sawit Malaysia diproyeksikan mencapai 827.975 ton, menandai peningkatan 9,78% dari perkiraan mereka untuk periode 1-20 Juli," tambahnya.

Sementara itu, trader minyak kelapa sawit David Ng mengatakan, level support untuk CPO terlihat di 3.800 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan resistance di 4.150 Ringgit Malaysia per ton.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia