Jumat, 15 Mei 2026

Ada Perusahaan Baru IPO Ditinggal 2 Petinggi, Sahamnya di Bawah Rp 50

Penulis : Thresa Sandra Desfika
22 Aug 2023 | 11:23 WIB
BAGIKAN
PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ). Ist
PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ). Ist

JAKARTA, investor.id - PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) dimintai penjelasan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait permohonan pengunduran diri dua komisarisnya, yakni komisaris utama Achmad Machlus Sadat dan komisaris independen Kuswiyoto.

Permintaan penjelasan BEI terungkap dari keterbukaan informasi Hassana Boga dalam menjawabnya, tertanggal 21 Agustus 2023. Salah satu sorotan BEI adalah apa latar belakang serta pertimbangan pengunduran diri kedua komisaris NAYZ.

Direktur Hassana Boga, Bambang Setiadji menjelaskan, latar belakang serta pertimbangan yang mendasari pengunduran diri Achmad Machlus Sadat dan Kuswiyoto dikarenakan keduanya saat ini juga menjabat sebagai direksi dan/atau komisaris pada beberapa perusahaan lain.

ADVERTISEMENT

“Oleh karenanya, Bapak Achmad Machlus Sadat dan Bapak Drs Kuswiyoto Ak saat ini memutuskan untuk mengundurkan diri dari masing-masing jabatannya dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan efektivitas pekerjaan,” terang Bambang dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (22/8/2023).

Dia menambahkan, pengunduran diri komisaris utama dan komisaris independen tersebut akan berlaku efektif pada saat rapat umum pemegang saham (RUPS) perseroan.

“Saat ini kewenangan untuk menjalankan fungsi, tugas, dan tanggung jawab komisaris utama dan komisaris independen masih tetap berada pada Bapak Achmad Machlus Sadat selaku komisaris utama dan Bapak Drs Kuswiyoto AK selaku komisaris independen selama pengunduran diri tersebut belum diputuskan dalam RUPS,” papar Bambang.

Saham

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia