Jumat, 15 Mei 2026

United Tractors (UNTR) Revisi Target Pertumbuhan Produksi Batu Bara

Penulis : Muawwan Daelami
23 Aug 2023 | 19:02 WIB
BAGIKAN
Anak Usaha PT United Tractors Tbk (UNTR), yaitu PT Pamapersada Nusantara. (Foto: Perseroan)
Anak Usaha PT United Tractors Tbk (UNTR), yaitu PT Pamapersada Nusantara. (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) melalui anak usahanya yang bergerak di bidang pertambangan PT Pamapersada Nusantara (Pama), merevisi target pertumbuhan produksi batu bara pada tahun ini menjadi 10-12% dari semula 5-6%.

Investor relations United Tractors Ari Setiawan menjelaskan, revisi target tersebut sehubungan dengan meningkatnya produksi batu bara yang dihasilkan Pama. Sampai Juli 2023, Pama tercatat telah memproduksi batu bara naik sebesar 17% menjadi 71 juta ton dibandingkan produksi pada periode sama tahun sebanyak 51 juta ton.

Selain produksi batu bara, pengupasan lapisan tanah (overburden removal) juga bertumbuh sebesar 21% menjadi 627 juta bank cubic metre (bcm) dari sebelumnya sebesar 519 jta bcm.

ADVERTISEMENT

“Peningkatan produksi Pama ini didorong oleh cuaca yang lebih kering, sehingga kondusif untuk operasi tambang,” kata Ari di acara workshop wartawan 2023 di kantor United Tractors, Cakung, Jakarta, Rabu (23/8/2023).

Adapun faktor lainnya dipicu oleh ketersediaan alat berat yang membuat Pama mampu merealisasikan target produksi batu bara. Ari menegaskan, dengan berkaca pada kondisi dan peluang tersebut, maka manajemen United Tractors merevisi target produksi Pama dengan pertumbuhan menjadi 10-12%.

Di samping performa Pama yang memperlihatkan tren peningkatan, anak usaha UNTR yang lain, yakni PT Tuah Turangga Agung (TTA), juga menunjukkan performa gemilang. Pasalnya, hingga Juli 2023, TTA mampu menjual sebanyak 7,2 juta ton batu bara, atau naik sebesar 10%. 

Secara umum, menurut Ari, kinerja penjualan batu bara TTA tidak terganggu oleh permintaan pasar atas batu bara. Melainkan, gangguan itu justru datang dari proses pengangkutan melalui sungai yang terdampak musim kemarau, sehingga membuat muka air berada di bawah normal.

Apalagi, sebagian besar konsesi tambang yang dikelola TTA berlokasi di Kalimantan Tengah. Karena itu, ke depan, penjualan TTA mengalami naik-turun, maka hal tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor pengangkutan bukan menurunnya permintaan batu bara.

“Untuk itu, tahun ini kami berharap penjualan batu bara melalui TTA bisa meningkat menjadi 10,7 juta ton daripada penjualan tahun lalu sebesar 9,9 juta ton,” tambah Ari.

Berbeda dengan lini bisnis pertambangan batu bara, pada lini bisnis pertambangan emas, Ari menyebut, perseroan mengalami penurunan penjualan sebesar 26% menjadi 126 ribu ons. Ini dipengaruhi oleh terhambatnya progres pembangunan fasilitas tailing storage akibat pandemi.

Saat ini, proses pembangunan infrastruktur tailing storage masih terus berlangsung dan diharapkan tuntas pada akhir 2023 ini. “Dengan begitu, tahun ini kami memperkirakan penjualan tambang emas Martabe turun menjadi 175 ribu ons daripada tahun lalu sebesar 286 ribu ons emas,” tutur Ari.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia