Jumat, 15 Mei 2026

United Tractors (UNTR) Pasang Target Konservatif Penjualan Komatsu, Ini Pemicunya

Penulis : Muawwan Daelami
24 Aug 2023 | 12:13 WIB
BAGIKAN
PT United Tractors Tbk (UNTR) dan Komatsu (Foto ilustrasi: Ist)
PT United Tractors Tbk (UNTR) dan Komatsu (Foto ilustrasi: Ist)

JAKARTA, investor.id - PT United Tractors Tbk (UNTR) berupaya mempertahankan penjualan alat Komatsu pada tahun ini di kisaran 5.800 hingga 6.000 unit.

Investor Relations United Tractors (UNTR) Ari Setiawan mengungkapkan target penjualan alat Komatsu pada 2023 tersebut naik tipis dibandingkan penjualan Komatsu pada tahun 2022 sebanyak 5.700-5.900 unit.

Target penjualan yang cenderung konservatif ini, dikatakan Ari, dipengaruhi oleh faktor Pemilu yang secara historis biasanya menyebabkan penjualan alat berat di sektor konstruksi mengalami penurunan.

ADVERTISEMENT

“Faktor kedua, penurunan harga komoditas sehingga diperkirakan sektor yang terkait komoditas akan mengalami pelemahan,” ungkap Ari di acara workshop wartawan 2023 di kantor United Tractors, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (23/8/2023).

Atas pertambangan tersebut, manajemen UNTR pun berharap, penjualan alat berat Komatsu pada tahun ini mampu dipertahankan atau lebih tinggi di kisaran 5800-6000 unit.

Hingga Juli 2023, Ari menyebut, perseroan telah menjual Komatsu sebanyak 3.551 unit, tumbuh sebesar 4% yang dikontribusikan dari penjualan di sektor pertambangan sebesar 63% dan sektor kehutanan sebesar 14%.

Berkaca pada data historis penjualan alat berat Komatsu, anak usaha dari Grup Astra ini pernah mencetak rekor tertinggi penjualan alat berat Komatsu pada 2011 silam sebanyak 8.500 unit. Disusul, rekor tertinggi kedua terjadi pada 2012 dengan menjual sebanyak 6.200 unit dan rekor tertinggi ketiga terjadi pada 2022 sebanyak 5.700-5.900 unit.

Namun, memasuki tahun 2020, Ari menyebut, penjualan alat berat Komatsu mengalami penurunan seiring terjadinya pandemia dengan hanya menjual sebanyak 1.564 unit, atau terendah dalam satu dekade terakhir.

Untuk penjualan produk alat berat lainnya seperti UD Truck, Ari melaporkan, sampai Juli 2023 penjualan UD Truck mengalami penurunan dari 295 unit menjadi 195 unit, akibat kendala pasokan prinsipal.

Sebaliknya, penjualan produk Scania justru melesat signifikan dari 123 unit pada tahun lalu menjadi 526 unit pada tahun ini. Kemudian, dari lini bisnis suku cadang dan services juga tengah berada pada tren positif seperti di 2021 dan 2022. Realisasi penjualan sampai Juli 2023, penjualan suku cadang dan services tumbuh sebesar 24% menjadi Rp 6 triliun.

“Sebenarnya, di awal diprediksi tumbuh 10-20% untuk pejualan suku cadang dan services karena beberapa tahun terakhir sudah mencatat pertumbuhan yang tinggi,” pungkas Ari.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia