Liabilitas Bukit Asam (PTBA) Meningkat 69%, Terungkap Penyebabnya
JAKARTA, investor.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan liabilitas mencapai Rp 27,82 triliun per 30 Juni 2023. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan 31 Desember 2022 yang sebesar Rp 16,44 triliun.
Manajemen PTBA memberikan penjelasan terkait hal tersebut. Sekretaris Perusahaan PTBA, Niko Chandra mengungkapkan, total liabilitas perseroan per 30 Juni 2023 tercatat Rp 27,82 triliun, atau naik 69% dari total liablitas perseroan per 31 Desember 2022 yang tercatat Rp 16,44 triliun.
“Bahwa dapat perseroan sampaikan kenaikan liabilitas perseroan per 30 Juni 2023 tersebut utamanya disebabkan oleh adanya utang dividen sebesar Rp 12,56 triliun,” terang Nico dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (30/8/2023).
Dia menambahkan, adanya utang dividen tersebut mengingat pada tanggal 15 Juni 2023, pada rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan perseroan tahun buku 2022 menetapkan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham Rp 12,56 triliun atau 100% dari total laba bersih perseroan tahun buku 2022.
Namun demikian, sebut Nico, berdasarkan ketentuan yang berlaku pembayaran dividen kepada pemegang saham PTBA dilaksanakan pada 14 Juli 2023. Sehingga per 30 Juni 2023, perseroan masih mencatatkan utang dividen sebesar tersebut di atas.
Laba Bersih
Sementara itu, Bukit Asam (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp 2,8 triliun pada semester I-2023. Laba bersih BUMN pertambangan batu bara itu terkikis hingga 55% dibandingkan semester I-2022 yang sebesar Rp 6,1 triliun.
Penurunan laba bersih PTBA sepanjang semester I-2023 akibat membengkaknya biaya produksi, terutama dari biaya jasa penambangan yang naik menjadi Rp 4,4 triliun dari Rp 3,5 triliun. Demikian pula dengan biaya jasa angkutan kereta api yang naik menjadi Rp 4 triliun dari Rp 2,8 triliun.
Di tengah penurunan laba bersih, pendapatan anggota Holding BUMN Pertambangan ini juga cenderung stagnan. Pada semester I-2023, pendapatan PTBA naik tipis 2% menjadi Rp 18,8 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 18,4 triliun. Walaupun begitu, jika dikomparasi per kuartal, kinerja PTBA meningkat.
Menurut Sekretaris Perusahaan PTBA Niko Chandra, performa keuangan perusahaan mengalami peningkatan jika dilihat secara kuartalan. "Pasalnya, torehan laba bersih pada kuartal II-2023 mencapai Rp 1,6 triliun, menguat 33% dibandingkan kuartal I-2023 sebesar Rp 1,2 triliun," jelas Niko kepada Investor Daily, Selasa (29/8/2023).
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






