Jumat, 15 Mei 2026

Antam (ANTM) Ungkap Perkembangan Terkini Hilirisasi Nikel

Penulis : Thresa Sandra Desfika
1 Sep 2023 | 08:35 WIB
BAGIKAN
Seorang pekerja tambang PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan bijih nikel yang siap diolah menjadi feronikel. Ilustrasi/ANTARA/HO-Antam
Seorang pekerja tambang PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan bijih nikel yang siap diolah menjadi feronikel. Ilustrasi/ANTARA/HO-Antam

JAKARTA, investor.id - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menyampaikan informasi terkini perihal pengembangan hilirisasi yang dilakukan perseroan.

Antam terus melanjutkan penyelesaian proyek pembangunan pabrik feronikel berkapasitas 13.500 TNi per tahun di Halmahera Timur beserta dengan infrastruktur pendukung pabrik yang direncanakan akan memulai fase produksi pabrik pada triwulan IV-2023.

Sekretaris Perusahaan Antam, Syarif Faisal Alkadrie menjelaskan, Antam telah memulai tahap awal pengoperasian pabrik feronikel Halmahera Timur yang ditandai dengan burner-on atau proses pemanasan tungku pembakaran (furnace) pada tanggal 7 Juli 2023.

ADVERTISEMENT

“Setelah proses burner-on dilakukan, tahapan kedua dari rangkaian commissioning yaitu switch-on furnace Pabrik Feronikel Halmahera Timur yang telah dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2023,” ungkap Syarif Faisal dalam keterangan resmi dikutip Jumat (1/9/2023).

Baterai EV

Terkait dengan inisiatif pengembangan hilirisasi nikel untuk baterai kendaraan listrik, lanjut Syarif, pada Januari 2023, Antam (ANTM) bersama-sama bersama Hong Kong CBL Limited (HKCBL), anak perusahaan yang dikendalikan oleh CBL, menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat (conditional share purchase agreement/CSPA) atas sebagian kepemilikan saham Antam pada PT Sumberdaya Arindo (PT SDA).

Penandatanganan CSPA diikuti dengan penandatanganan perjanjian pemegang saham bersyarat (conditional shareholders agreement/conditional SHA) pada tanggal yang sama.

Nantinya setelah transaksi efektif dilaksanakan, Antam akan tetap menjadi pemegang saham pengendali pada PT SDA. “Penandatanganan perjanjian ini merupakan langkah awal dari realisasi pelaksanaan proyek pengembangan ekosistem EV battery di Indonesia dan sejalan dengan komitmen Antam dalam mendukung pengembangan proyek hilirisasi tersebut,” ungkap Syarif Faisal.

Lebih lanjut, sebagai upaya pengembangan ekosistem EV battery di Indonesia, Antam bersama PT International Mineral Capital (PT IMC) anak usaha ANTAM, dan HKCBL, menandatangani CSPA atas pengalihan sebagian kepemilikan saham pada PT Feni Haltim (PT FHT) untuk pengembangan dan pengoperasian kawasan industri sebagai lokasi pengembangan ekosistem EV battery terintegrasi, serta perluasan dan/atau pembangunan pelabuhan dan infrastruktur lainnya, termasuk di dalamnya penyediaan tenaga listrik.

Sedangkan, dalam hal pengembangan hilirisasi komoditas bauksit, saat ini Antam (ANTM) terus berfokus dalam pembangunan pabrik smelter grade alumina refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, yang dikembangkan bersama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium dengan kapasitas pengolahan sebesar 1 juta ton SGAR per tahun.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia