Jumat, 15 Mei 2026

PIK2 (PANI) Jadi Emiten Properti Terbesar

Penulis : Thresa Sandra Desfika
2 Sep 2023 | 15:06 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PIK 2, proyek yang digarap Grup Agung Sedayu dan Grup Salim. Ist
Ilustrasi PIK 2, proyek yang digarap Grup Agung Sedayu dan Grup Salim. Ist

JAKARTA, investor.id - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)/PIK2 kini telah menjadi emiten properti dengan market cap atau kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Per penutupan Jumat (1/9/2023), market cap PIK2 (PANI) tembus Rp 51,27 triliun. Nilai kapitalisasi pasar tersebut menyalip market cap PT Maha Properti Indonesia Tbk (MAHA), PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), hingga PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

Belum lama ini, Stockbit merilis risetnya yang ditulis oleh Edi Chandren (investment analyst lead) dan Arvin Lienardi (research associate). Riset Stockbit menyebut, PANI berpotensi menjadi emiten properti terbesar di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

ADVERTISEMENT

Menurut mereka, dilihat dari angka operasional – dalam kasus ini marketing sales – PIK2 (PANI) masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan emiten properti ternama di IHSG. Target marketing sales PANI yang sebesar Rp 2,1 triliun pada tahun ini masih jauh tertinggal dari BSDE, CTRA, dan SMRA.

“Namun, kami menilai investor perlu mencermati PANI dari aspek lainnya, yaitu market cap. Dengan skala proyek PIK 2 yang masif, PANI berpotensi menjadi emiten properti terbesar di IHSG,” sebagaimana disebutkan dalam riset tersebut.

Riset Stockbit menambahkan, dengan menjadi salah satu emiten properti terbesar di IHSG, ke depannya PANI berpeluang untuk dimasukkan ke dalam indeks saham, yang mana akan meningkatkan daya tarik perseroan bagi investor. Selain market cap, tentunya terdapat kriteria penilaian lain dalam perhitungan indeks, yakni likuiditas saham, free float, dan fundamental perusahaan.

10 Emiten Terbesar

PIK2 (PANI) telah mengumumkan rencana menggelar aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue, serta akuisisi 7 perusahaan pada 9 Agustus lalu. Dan semenjak itu harga sahamnya terus melesat.

Di tanggal 9 Agustus, saham PANI masih di Rp 1.790. Namun sudah menyentuh level Rp 3.790 di 1 September. Artinya melambung 111,73%. Dalam periode year to date (ytd), PANI terbang tak kira-kira 296,86%.

Tujuan akuisisi adalah rencana besar, yakni untuk memperluas skala proyek perseroan di PIK 2. Pasalnya, seluruh perusahaan target merupakan perusahaan yang bergerak di bidang real estat dan memiliki sejumlah lahan di PIK 2.

Manajemen PANI menyatakan, PIK 2 merupakan kota mandiri baru berkonsep smart city yang dikembangkan oleh Agung Sedayu dan Salim Group, dengan lokasi yang terbentang pada lahan seluas lebih dari 6.000 hektare di bagian barat hingga bagian utara Jakarta.

Berdasarkan bahan presentasi paparan publik PANI pada Juni lalu disebutkan bahwa cadangan tanah PANI terletak di sekitar PIK 2 dan PIK 2, didominasi oleh hak pengembangan perumahan dan komersial, dengan total 743 hektare per 31 Maret 2023, melalui 5 anak usaha PIK2 (PANI) yang fokus di bidang pengembangan real estat.

Berikut 10 emiten properti dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI per penutupan 1 September 2023 (dihimpun berdasarkan data perdagangan BEI):

1. Pantai Indah Kapuk Dua/PIK2 (PANI) Rp 51,27 triliun

2. Maha Properti Indonesia (MPRO) Rp 40,96 triliun

3. Metropolitan Kentjana (MKPI) Rp 27,07 triliun

4. Bumi Serpong Damai (BSDE) Rp 23,81 triliun

5. Pakuwon Jati (PWON) Rp 21,76 triliun

6. Ciputra Development (CTRA) Rp 20,94 triliun

7. Summarecon Agung (SMRA) Rp 10,89 triliun

8. Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) Rp 10,83 triliun

9. Plaza Indonesia Realty (PLIN) Rp 9,51 triliun

10. Sentul City (BKSL) Rp 9,05 triliun

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia