Kamis, 14 Mei 2026

Garuda (GIAA) Akhirnya Menang

Penulis : Thresa Sandra Desfika
5 Sep 2023 | 07:57 WIB
BAGIKAN
Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. (JG Photo/Yudha Baskoro)
Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. (JG Photo/Yudha Baskoro)

JAKARTA, investor.id - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menyampaikan keterbukaan informasi terbarunya, tertanggal 4 September 2023. Isinya mengenai putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Direktur Utama Garuda Indonesia (GIAA), Irfan Setiaputra menjelaskan, putusan itu terkait perkara pembatalan perdamaian yang diajukan Greylag Goose Leasing 1410 Designated Activity Company dan Greylag Goose Leasing 1446 Designated Activity Company (keduanya pemohon), atas perdamaian hasil penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

Irfan menyampaikan, majelis hakim dalam perkara telah membacakan putusan perkara pada sidang tanggal 31 Agustus 2023.

ADVERTISEMENT

Amar putusannya, yakni: Pertama, menolak permohonan pembatalan perdamaian pemohon untuk seluruhnya. Kedua, menghukum pemohon untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini sebesar Rp 1.590.000.

“Dengan adanya putusan tersebut, maka perseroan dinyatakan menang terhadap perkara yang diajukan oleh para pemohon,” jelas Irfan Setiaputra dikutip Selasa (5/9/2023).

Memperkuat Garuda

Irfan menambahkan, putusan tersebut sekaligus memperkuat ketetapan hukum Garuda Indonesia (GIAA) terhadap berbagai tahapan restrukturisasi yang telah dirampungkan, khususnya melalui proses PKPU.

Di mana, dalam proses PKPU, perseroan telah mendapatkan persetujuan mayoritas kreditur atas usulan perjanjian perdamaian yang disampaikan.

“Perseroan memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional berjalan dengan normal,” pungkas Irfan.

Sebelumnya diberitakan, kinerja PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) makin membaik selepas pandemi, yang ditandai lolosnya perseroaan dari jeratan PKPU dan peningkatan jumlah penumpang.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, sebelum PKPU diterima oleh para kreditur, kondisi bisnis perseroan sangat menantang. Sebab jika aksi penyelamatan itu tidak disetujui, perseroan akan dihantui risiko pailit.

“Jadi, keyakinan saya waktu itu soal PKPU ini ya 50-50, karena saya sendiri belum pernah memimpin perusahaan yang terkena PKPU. Saya harus belajar hukum dan lain-lain. Hal ini memeras fisik dan pikiran saya,” kata Irfan kepada Investor Daily di kantor Garuda Indonesia, Tangerang, Rabu (30/8/2023).

Namun, setelah lolos PKPU, situasi Garuda Indonesia makin membaik dan bisa fokus pada pelayanan yang lebih baik. Bahkan perseroan mampu menjadi BUMN yang memberikan profit terbesar, mengalahkan para jawara BUMN lainnya. “Berdekatan dengan itu, kami juga meraih penghargaan maskapai paling tepat waktu sedunia dan awak kabin paling terbaik,” tutur dia.

Lebih lanjut, Irfan mengatakan, target perseroan saat ini adalah merealisasikan janji kepada para kreditur saat PKPU. Sebab itu, profitabilitas menjadi kunci utama bagi emiten berkode saham GIAA tersebut dalam bekerja.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 54 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia