Kamis, 14 Mei 2026

Indosat (ISAT) Jajaki Rencana Jual Aset Fiber Optik Rp 15,34 Triliun

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
8 Sep 2023 | 14:30 WIB
BAGIKAN
Teknisi melakukan perawatan fasilitas antena gelombang pendek Indosat di Jakarta. (Dok. BeritaSatu Photo)
Teknisi melakukan perawatan fasilitas antena gelombang pendek Indosat di Jakarta. (Dok. BeritaSatu Photo)

JAKARTA, investor.id - PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) dikabarkan tengah jajaki rencana penjualan aset dan saham pada unit bisnis dengan nilai sebesar US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 15,34 triliun (kurs, Rp 15.341). Rencana ini dilakukan sejalan dengan minat investor global yang tinggi terhadap infrastruktur digital di Asia Tenggara, pun menarik minat dari para investor industri investasi.

ISAT disebutkan sedang menjajaki rencana ini lebih dalam, bahkan nilainya mampu lebih dari US$ 1 miliar. Namun demikian, penjajakan ini masih bersifat awal diskusi, dan tidak menutup kemungkinan perusahaan atau ISAT membatalkan rencana ini di kemudian hari.

Saat Investor Daily mengkonfirmasi kabar tersebut kepada Indosat, Senior VP Corporate Communication Indosat Ooredoo Hutchison Steve Saerang menyebutkan, bahwa perseroan enggan untuk memberikan komentar terhadap berita tersebut.

ADVERTISEMENT

“Jika ada aksi perusahaan, kami akan informasikan kepada otoritas, pemegang saham, dan publik,” jelasnya kepada Investor Daily, Jumat (8/9/23).

Sebagaimana diketahui, aksi tersebut bukan kali pertama bagi ISAT, sebelumnya CK Hutchison Holdings Ltd. dan Ooredoo QPSC dari Qatar menggabungkan bisnis telekomunikasi mereka di Indonesia. Aksi yang bernilai US$ 6 miliar tahun lalu itu dilakukan sebagai upaya dari kedua belah pihak untuk sebagai upaya grup tersebut untuk meredam persaingan di Asia Tenggara yang memiliki jumlah pelanggan terbanyak .

Sebelumnya ISAT setuju untuk menjual portofolio menara ke Mitratel awal tahun ini setelah penjualan menara kepada EdgePoint Infrastructure, sebuah perusahaan yang didukung oleh DigitalBridge Group Inc. dan Abu Dhabi Investment Authority pada 2021.

Tahun lalu, Indosat setuju untuk membentuk kerjasama senilai US$ 300 juta usaha untuk pusat datanya dengan Big Data Exchange, platform pusat data yang dimiliki oleh perusahaan investasi bernama I Squared.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia