Jumat, 15 Mei 2026

Proyek Antam dengan CATL Jadi Katalis, Saham ANTM Bisa Melompat Tinggi

Penulis : Jauhari Mahardhika
8 Sep 2023 | 20:28 WIB
BAGIKAN
Pengolahan bijih nikel oleh Antam (ANTM). (Antara Foto)
Pengolahan bijih nikel oleh Antam (ANTM). (Antara Foto)

JAKARTA, investor.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam membukukan pelemahan pendapatan pada kuartal II-2023 seiring penurunan tajam profitabilitas feronikel (FeNi) akibat kombinasi biaya yang lebih tinggi dan koreksi harga jual rata-rata (average selling price/ASP).

Sedangkan bijih nikel memiliki margin yang tinggi, sehingga tetap menjadi tumpuan, meskipun ASP lebih rendah. “Target volume produksi dan penjualan bijih nikel Antam tahun ini tetap utuh, meski menghadapi kendala seperti adanya investigasi di salah satu perusahaannya dan impor bijih nikel dari Filipina,” tulis analis Mandiri Sekuritas, Ariyanto Kurniawan dan Wesley Louis Alianto dalam risetnya.

Antam tetap mempertahankan panduan volume penjualan bijih nikel sebanyak 9 juta ton pada tahun ini, sejalan dengan RKAB yang telah ditetapkan pada awal tahun ini. Adapun volume penjualan bijih nikel pada semester I-2023 sudah mencapai 6 juta ton.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, feronikel hampir tidak menghasilkan keuntungan. Emiten berkode saham ANTM tersebut mengindikasikan bahwa cash cost feronikel naik menjadi US$ 15-16 ribu/ton pada semester I-2023 dari US$ 14-15 ribu/ton pada kuartal I-2023. Ini menunjukkan biaya yang lebih tinggi pada kuartal II-2023.

Cash cost yang lebih tinggi ini merupakan suatu kejutan, mengingat tren cash cost yang lebih rendah di industrinya pada kuartal II-2023 karena biaya bahan bakar turun (diesel dan batubara),” sebut Ariyanto dan Wesley.

Target Harga Saham Tinggi 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia