Kamis, 14 Mei 2026

Berambisi Jadi Pemain Utama Data Center, Telkom (TLKM) Siap Masuk Filipina

Penulis : Jauhari Mahardhika
12 Sep 2023 | 15:15 WIB
BAGIKAN
Gedung data center NeuCentrIX, ekosistem data center milik Telkom. (Foto: NeutraDC)
Gedung data center NeuCentrIX, ekosistem data center milik Telkom. (Foto: NeutraDC)

JAKARTA, investor.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melalui anak usahanya, NeutraDC, berambisi menjadi pemimpin pasar di Indonesia dan pemain pusat data (data center) terkemuka di regional, dengan kapasitas lebih dari 400 megawatt (MW). Selain bermitra dengan SingTel (Singapura), NeutraDC akan memperluas jangkauan regionalnya dengan memasuki Filipina.

“NeutraDC berencana menggunakan kabel bawah laut yang ada dan mencari mitra strategis untuk mengembangkan aset data center di Filipina,” tulis analis Mandiri Sekuritas, Henry Tedja dan Kresna Hutabarat dalam laporan terbaru terkait Telkom Group Investor Day 2023.

Sementara itu, mengenai kemitraan dengan SingTel, manajemen Telkom menganggap hal itu sangat penting untuk membantu NeutraDC meraih permintaan dari Singapura. Kemitraan tersebut memungkinkan NeutraDC untuk menggunakan layanan konektivitas SingTel untuk data center Batam.

ADVERTISEMENT

Adapun konsolidasi data center Singapura akan selesai pada kuartal IV-2023. Sedangkan data center Cikarang dan Batam menunjukkan kemajuan dalam pengembangan aset dan menarik pelanggan. “Inisiatif data center ini akan menimbulkan tambahan biaya, namun Telkom Group berharap dapat memonetisasi seluruh aset paling cepat tahun depan,” sebut Henry dan Kresna.

Ekspansi itu akan membantu Telkom untuk meningkatkan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA. Emiten berkode saham TLKM tersebut memperkirakan NeutraDC akan membukukan pendapatan Rp 505 miliar pada 2023, melonjak 166% (year on year/yoy) dan EBITDA Rp 61 miliar atau melesat 221% (yoy). Pada semester I-2023, pendapatan NeutraDC mencapai Rp 248 miliar dan EBITDA Rp 59 miliar.

Secara umum, pasar data center di Asia Pasifik diperkirakan tumbuh rata-rata 18,4% untuk periode 2021-2025, seiring dengan peralihan permintaan dari Tier-1 ke pasar negara berkembang. Hal ini akan didukung oleh beberapa faktor utama, seperti ekspansi ekonomi digital di Asia Tenggara, pertumbuhan lalu lintas data, lebih banyak penyimpanan cloud dan penggunaan pemrosesan konten UHD, AI, VR, dan game, serta transformasi bisnis digital perusahaan.

Tren tersebut juga akan membantu Indonesia untuk percepatan permintaan data center dari 98 MW pada 2022 menjadi 1.256 MW pada 2031.

Sebelumnya, seperti diberitakan Investor Daily, TLKM membutuhkan investasi sebesar US$ 4,4 miliar untuk menjadi pemain utama di industri data center Asia Tenggara. Dana setara Rp 67,68 triliun itu akan digunakan perseroan untuk membangun data center berkapasitas 400 megawatt (MW) hingga 2030.

Sebagai pemimpin pasar di industri telekomunikasi nasional, target tersebut dinilai tidak sulit bagi TLKM. “Dengan target sebesar 400 MW, kami membutuhkan sekitar US$ 4,4 miliar untuk membangun sekaligus mengoperasikan data center,” ujar SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom (TLKM) Ahmad Reza.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 11 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 28 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 58 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia