Jumat, 15 Mei 2026

Bursa Karbon Sebentar Lagi, Kencana Energy (KEEN) Siap Beraksi

Penulis : Eva Fitriani
20 Sep 2023 | 13:35 WIB
BAGIKAN
Salah satu PLTA milik PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) atau Kencana Energy. (Foto: KEEN)
Salah satu PLTA milik PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) atau Kencana Energy. (Foto: KEEN)

JAKARTA, investor.id – PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) atau Kencana Energy menyatakan ketertarikannya untuk menjual efek di Bursa Karbon Indonesia. Terlebih, Kencana Energy yang merupakan perusahaan penyedia energi baru terbarukan (EBT) sudah berpengalaman melakukan perdagangan karbon (carbon trading) di bursa internasional.

“Pasti tertarik. Kami berhak menjual, karena produk kami eligible untuk dijual. Kami sudah menjual di bursa internasional juga dengan buyer dari Jepang dan Eropa,” kata Direktur Kencana Energy Giat Widjaja kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (19/9/2023).

Dia memandang positif kehadiran Bursa Karbon Indonesia, terutama untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang EBT. “Tentunya akan kami pelajari lebih lanjut mengenai ketentuan-ketentuan Bursa Karbon itu,” tutur Giat.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut Giat menjelaskan, Kencana Energy sudah memiliki pengalaman menjual karbon kredit di pasar internasional dan mampu meraup dana Rp 5 miliar pada tahun lalu dari transaksi tersebut. “Jadi ini seperti marketplace. Setelah kami register, kami boleh daftarkan karbonnya dan tinggal menunggu ada yang beli,” tutur dia.

Dia melanjutkan, harga karbon kredit yang terjual berbeda-beda tergantung negosiasi. Dengan kisaran harga rata-rata 75 sen sampai US$ 2 untuk setiap 1 megawat hour. “Tergantung negosiasi, sudah ada standarnya. Kami tahun lalu jual sekitar Rp 5 miliar,” ungkapnya.

Saat ini, emiten berkode saham KEEN tersebut mampu menghasilkan sekitar 350 ribu MWH energi baru terbarukan per tahun. Dan hasil produksi tersebut berpotensi dimanfaatkan seluruhnya untuk diperdagangkan dalam Bursa Karbon. “Tentunya kami akan melihat harga yang ditawarkan. Kami harap harganya juga tidak kalah menarik dibanding yang sudah ada di pasar internasional,” jelas dia.

Giat menilai, meski dikhawatirkan adanya praktik ‘Green Washing’ atau ‘cuci dosa’ dari perusahaan penghasil karbon, keberadaan Bursa Karbon tetap positif, setidaknya untuk menanamkan kesadaran perusahaan dalam mengurangi emisi karbon.

Giat juga mengapresiasi kenaikan harga saham KEEN di bursa yang terpengaruh adanya sentimen dari perdagangan perdana Bursa Karbon pada pekan depan. “Saya kira ini memang katalis positif, pasar menyadari perusahaan EBT memiliki prospek bagus ke depannya. Dan, memang EBT ini yang akan banyak digunakan oleh PLN ke depan, di mana PLN akan merevisi 75% penggunaan energinya menjadi energi baru terbarukan. Ini jelas prospek yang sangat bagus,” ujar dia.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia