Jumat, 15 Mei 2026

Mitratel (MTEL) Solid, Cek Target Harga Sahamnya

Penulis : Jauhari Mahardhika
26 Sep 2023 | 12:25 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Menara Mitratel. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Menara Mitratel. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel diperkirakan mencetak kinerja yang solid pada semester II-2023. Adapun pendapatan Mitratel tahun ini diyakini bisa tumbuh 13%, lebih tinggi dari target perseroan yang sebesar 11%.

Hingga semester I-2023, pendapatan Mitratel mencapai Rp 4,1 triliun, meningkat 11% atau sesuai target. Pertumbuhan emiten berkode saham MTEL tersebut bakal berlanjut pada semester II-2023, karena perseroan telah mengantongi kontrak baru sebanyak 1.700 pesanan dari PT XL Axiata Tbk (EXCL). Kontrak baru tersebut lebih banyak dibandingkan estimasi awal yang sekitar 1.500 pesanan.

MTEL juga berpeluang meraih tambahan pendapatan dari pembaruan perjanjian penyewaan sebanyak 4.000 menara dengan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Pendapatan dari sewa ini bakal dicatatkan MTEL pada semester II-2023.

ADVERTISEMENT

“Kami memproyeksikan pertumbuhan pendapatan MTEL sebesar 13% (yoy) pada tahun ini dibandingkan realisasi pada 2022 yang sebesar 12,5%,” tulis analis Indo Premier Sekuritas, Giovanni Dustin dan Michelle Nugroho dalam risetnya.

Menurut mereka, MTEL memiliki portofolio serat optik (fiber optic) sepanjang 27 ribu kilometer (km) hingga semester I-2023. Rasio pemanfaatannya sebesar 1 kali, yang sebagian besar dikontribusi oleh PT Indosat Tbk (ISAT).

Rasio pemanfaatan yang masih rendah menyebabkan margin EBITDA MTEL dari segmen tersebut bakal tetap sekitar 50%. Tetapi, dalam jangka panjang, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tersebut optimistis margin EBITDA akan meningkat jadi 70%. Hal itu seiring dengan kenaikan rasio pemanfaatan.

Secara keuangan, menurut Giovanni dan Michelle, rasio utang bersih terhadap EBITDA MTEL hanya sebesar 1,8 kali, jauh lebih rendah dibandingkan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang lebih dari 4 kali. Kondisi ini membuka ruang bagi MTEL untuk menggalang dana guna membiayai ekspansi anorganik (akuisisi).

Dengan berbagai faktor tersebut, Indo Premier Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham MTEL. Target harga saham MTEL dipatok Rp 880.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia