Jumat, 15 Mei 2026

Antam (ANTM) Banyak Aksi, Sahamnya Masih Murah

Penulis : Jauhari Mahardhika
27 Sep 2023 | 19:07 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kegiatan usaha PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam. (Foto: Antam)
Ilustrasi kegiatan usaha PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam. (Foto: Antam)

JAKARTA, investor.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam adalah salah satu produsen nikel terbesar di Indonesia dan dunia, dengan perkiraan kapasitas produksi tahunan lebih dari 9 juta ton bijih nikel dan sekitar 40.500 ton feronikel.

Sebagai perusahaan pertambangan terintegrasi, Antam bakal diuntungkan dari ekspansi hilirisasi nikel Indonesia. Dalam jangka pendek hingga menengah, pendorong pertumbuhan utama Antam akan berasal dari tambahan kapasitas smelter feronikel (FeNi) sebanyak 13.500 ton. Smelter itu diharapkan beroperasi penuh pada 2024.

“Ke depan, integrasi Antam (ANTM) di Indonesian Battery Corporation (IBC) juga akan menjadi pendorong utama pertumbuhan laba bersih perusahaan,” tulis analis Mirae Asset Sekuritas, Rizkia Darmawan dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Saat ini, menurut dia, ada kekhawatiran terhadap kelebihan produksi di pasar nikel global, karena ekspansi besar-besaran smelter nikel Indonesia yang menghasilkan produk nikel kelas 2. Dengan demikian, harga nikel global diprediksi tidak akan naik signifikan hingga akhir tahun ini.

“Kami memperkirakan harga rata-rata nikel LME pada tahun ini berada pada kisaran US$ 22.000 per ton,” sebut Rizkia.

Meskipun demikian, Mirae Asset Sekuritas cukup optimistis terhadap pertumbuhan jangka panjang industri nikel Indonesia, terutama jika Indonesia mampu mengonversi produk nikel kelas 2 menjadi nikel kelas 1.

Dengan berbagai faktor tersebut, Mirae memulai coverage-nya terhadap saham ANTM dengan rekomendasi trading buy. Target harga saham ANTM dipatok sebesar Rp 2.175.

“Target harga tersebut berasal dari EV/EBITDA multiples 10,9 kali (pada EV/EBITDA rata-rata 5 tahun). Saat ini, ANTM diperdagangkan pada EV/EBITDA 7,8 kali dan P/E 11,9 kali. Masih cukup murah,” pungkas Rizkia.

Target Harga Ini Lebih Tinggi 

ANTM tetap mempertahankan panduan volume penjualan bijih nikel sebanyak 9 juta ton pada tahun ini, sejalan dengan RKAB yang telah ditetapkan pada awal tahun ini. Adapun volume penjualan bijih nikel pada semester I-2023 sudah mencapai 6 juta ton.

Sementara itu, feronikel hampir tidak menghasilkan keuntungan. ANTM mengindikasikan bahwa cash cost feronikel naik menjadi US$ 15-16 ribu/ton pada semester I-2023 dari US$ 14-15 ribu/ton pada kuartal I-2023. Ini menunjukkan biaya yang lebih tinggi pada kuartal II-2023.

Cash cost yang lebih tinggi ini merupakan suatu kejutan, mengingat tren cash cost yang lebih rendah di industrinya pada kuartal II-2023 karena biaya bahan bakar turun (diesel dan batu bara),” tulis analis Mandiri Sekuritas, Ariyanto Kurniawan dan Wesley Louis Alianto dalam risetnya.

Sementara itu, mengenai proyek nikel bersama Ningbo Contemporary Brunp Lygend (CBL) – anak usaha Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) – diperkirakan maju lebih cepat. ANTM telah menyelesaikan perjanjian definitif dan sedang berdiskusi tentang model bisnis baterai kendaraan listrik (electric vehicle/JV).

Proyek ANTM dengan CATL ini akan berada di Halmahera, yang terdiri atas 8 lines RKEF dengan kapasitas 100 ribu tpa dan 50 ribu tpa HPAL. Pembangunan RKEF diperkirakan memakan waktu dua tahun dan untuk HPAL akan menghabiskan waktu tiga tahun. Adapun kepemilikan ANTM atas megaproyek tersebut masih dalam pembahasan.

Perkembangan proyek nikel dengan CATL tersebut bisa menjadi katalis positif jangka pendek bagi ANTM. Sebab itu, Mandiri Sekuritas merekomendasikan beli saham ANTM dengan target harga Rp 3.200.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia