Harum Ditaksir Masuk Sektor Nikel Strategis, Saham Bergerak ke Level Tinggi
JAKARTA, Investor.id - PT Harum Energy Tbk (HRUM) diprediksi ekspansi ke sektor nikel strategis dengan membangun pabrik berteknologi high pressure acid leach (HPAL) untuk menghasilkan nikel bahan baku baterai mobil listrik (electric vehicle/EV), setelah menguasai 100% perusahaan nickel pig iron (NPI), PT Infei Metal Industry.
Atas dasar itu, Mandiri Sekuritas (Mansek) mempertahankan rekomendasi buy saham HRUM dengan target harga Rp 2.500, dibandingkan harga terakhir Rp 1.870. Artinya, potensi gain saham HRUM mencapai 34%.
Mansek mencatat, Harum melalui anak usahanya PT Tanito Harum Nickel (THN) telah menuntaskan akuisisi 51% saham IMI dari Halmahera Holding (CHHP) senilai US$ 70,4 juta, sehingga kepemilikan naik menjadi 100% dari 49%. Dengan begini, mulai 26 September 2023, IMI akan dikonsolidasikan ke laporan keuangan Harum.
Sebelum transaksi itu, Harum menghabiskan US$ 137 juta untuk membeli 49% saham IMI, yang memiliki pabrik NPI di Weda Bay, Maluku Utara, berkapasitas 28 ribu ton per tahun. Dengan demikian, total akuisisi 100% saham IMI mencapai US$ 207 juta.
Merujuk kapasitas pabrik NPI sebesar 28 ribu ton per tahun, nilai akuisisi saham IMI oleh Harum mencapai US$ 7.400 per ton, lebih murah dibandingkan biaya pembangun smelter rotary kiln electric furnace (RKEF) sendiri sebesar US$ 10 ribu per ton. RKEF adalah teknologi untuk menghasilkan NPI dan feronikel, bahan baku baja nirkarat (stainless steel/SS).
Semester I-2023, IMI memproduksi NPI sebanyak 12,2 ribu ton dan menghasilkkan EBIDA US$ 30 juta dengan laba bersih US$ 26 juta. Sebelum akuisisi 100% saham, kontribusi IMI dimasukkan dalam bagian laba bersih dari entitas asosiasi.
“Kami percaya, akuisisi ini bagian dari rencana jangka panjang Harum untuk meningkatkan investasi di sektor nikel, yang biayai dari arus kas bisnis batu bara perseroan,” tulis Mansek.
Dari sini, Mansek memprediksi Harum berekspansi ke pabrik HPAL untuk menghasilkan nikel baterai EV, yang permintaan dan marginnya lebih bagus.
Catatan Investor Daily, pabrik HPAL mengolah bijih nikel limonit menjadi nikel dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP) yang terdapat kandungan kobalt. Selanjutnya, MHP diolah menjadi nikel dan kobalt sulfat, prekursor katoda baterai EV lithium ion bersama lithium, mangan/aluminium.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






