Jumat, 15 Mei 2026

Harum Ditaksir Masuk Sektor Nikel Strategis, Saham Bergerak ke Level Tinggi

Penulis : Harso Kurniawan
29 Sep 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
Harum Energy (HRUM). (Annual Report)
Harum Energy (HRUM). (Annual Report)

JAKARTA, Investor.id -  PT Harum Energy Tbk (HRUM) diprediksi ekspansi ke sektor nikel strategis dengan membangun pabrik berteknologi high pressure acid leach (HPAL) untuk menghasilkan nikel bahan baku baterai mobil listrik (electric vehicle/EV), setelah menguasai 100% perusahaan nickel pig iron (NPI), PT Infei Metal Industry.

Atas dasar itu, Mandiri Sekuritas (Mansek) mempertahankan rekomendasi buy saham HRUM dengan target harga Rp 2.500, dibandingkan harga terakhir Rp 1.870. Artinya, potensi gain saham HRUM mencapai 34%.

Mansek mencatat, Harum melalui anak usahanya PT Tanito Harum Nickel (THN) telah menuntaskan akuisisi 51% saham IMI dari Halmahera Holding (CHHP) senilai US$ 70,4 juta, sehingga kepemilikan naik menjadi 100% dari 49%. Dengan begini, mulai 26 September 2023, IMI akan dikonsolidasikan ke laporan keuangan Harum.

ADVERTISEMENT

Sebelum transaksi itu, Harum menghabiskan US$ 137 juta untuk membeli 49% saham IMI, yang memiliki pabrik NPI di Weda Bay, Maluku Utara, berkapasitas 28 ribu ton per tahun. Dengan demikian, total akuisisi 100% saham IMI mencapai US$ 207 juta.

Merujuk kapasitas pabrik NPI sebesar 28 ribu ton per tahun, nilai akuisisi saham IMI oleh Harum mencapai US$ 7.400 per ton, lebih murah dibandingkan biaya pembangun smelter rotary kiln electric furnace (RKEF) sendiri sebesar US$ 10 ribu per ton. RKEF adalah teknologi untuk menghasilkan NPI dan feronikel, bahan baku baja nirkarat (stainless steel/SS).

Semester I-2023, IMI memproduksi NPI sebanyak 12,2 ribu ton dan menghasilkkan EBIDA US$ 30 juta dengan laba bersih US$ 26 juta. Sebelum akuisisi 100% saham, kontribusi IMI dimasukkan dalam bagian laba bersih dari entitas asosiasi.

“Kami percaya, akuisisi ini bagian dari rencana jangka panjang Harum untuk meningkatkan investasi di sektor nikel, yang biayai dari arus kas bisnis batu bara perseroan,” tulis Mansek.

Dari sini, Mansek memprediksi Harum berekspansi ke pabrik HPAL untuk menghasilkan nikel baterai EV, yang permintaan dan marginnya lebih bagus.

Catatan Investor Daily, pabrik HPAL mengolah bijih nikel limonit menjadi nikel dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP) yang terdapat kandungan kobalt. Selanjutnya, MHP diolah menjadi nikel dan kobalt sulfat, prekursor katoda baterai EV lithium ion bersama lithium, mangan/aluminium.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia