Jumat, 15 Mei 2026

Pendapatan Naik 172%, Merdeka Battery (MBMA) Bukukan Rugi Bersih

Penulis : Thresa Sandra Desfika
29 Sep 2023 | 07:11 WIB
BAGIKAN
Proyek AIM (Acid, Iron, Metal) PT Merdeka Battery Material Tbk. (Foto ilustrasi: Perseroan)
Proyek AIM (Acid, Iron, Metal) PT Merdeka Battery Material Tbk. (Foto ilustrasi: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Merdeka Battery Materials (MBMA) akhirnya pada Jumat (29/9/2023) mempublikasikan laporan keuangan (lapkeu) interim auditan untuk periode hingga 30 Juni 2023.

Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) itu meraih pendapatan usaha US$ 350,97 juta sepanjang semester I-2023. Angkanya melonjak tajam 172% dari US$ 128,99 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Akan tetapi, dalam lapkeu Merdeka Battery Materials (MBMA), beban pokok pendapatan juga meningkat signifikan dari US$ 107,13 juta pada enam bulan pertama tahun lalu, menjadi US$ 332,55 juta di penghujung Juni tahun ini.

ADVERTISEMENT

Akhirnya laba kotor drop dari US$ 21,86 juta ke US$ 18,41 juta.

Laba usaha malah ambles dari US$ 19,36 juta, tinggal US$ 919,99 ribu. Penyusutan itu dipicu beban umum dan administrasi yang naik luar biasa pada semester I-2023 jadi US$ 17,43 juta, dari sebelumnya hanya US$ 2,45 juta pada semester I-2022.

Rugi

Merdeka Battery Materials (MBMA) juga berbalik mencatatkan rugi sebelum pajak penghasilan US$ 14,09 juta di periode Januari-Juni tahun ini, dari laba sebelum pajak penghasilan US$ 42,06 juta di periode yang sama tahun 2022. Rugi sebelum pajak penghasilan utamanya didorong biaya keuangan yang mencapai US$ 18,35 juta.

Ujungnya, ‘Raja Nikel’ itu terpaksa membukukan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$ 19,65 juta.

Sebelumnya, perseroan meraih laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 33,42 juta pada semester I-2022. Rugi per saham US$ 0,0002 per 30 Juni 2023, dari laba per saham US$ 0,0017 di 30 Juni 2022.

Per 30 Juni 2023, Merdeka Battery Materials (MBMA) mencatatkan jumlah aset US$ 3,05 miliar. Naik dari per 31 Desember 2022 yang sebesar US$ 2,42 miliar. Kas dan bank per akhir Juni 2023 US$ 328,09 juta. Sementara itu, total liabilitas per 30 Juni 2023 US$ 944,03 juta dan ekuitas mencapai US$ 2,10 miliar.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia