Pendapatan Tumbuh, Merdeka Copper (MDKA) Mampu Cetak Laba Usaha, tapi Beban Keuangan Naik
JAKARTA, investor.id - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menyampaikan keterbukaan informasi terbarunya pada Jumat (29/9/2023). Isinya adalah laporan keuangan interim auditan perseroan per 30 Juni 2023.
Merdeka Copper Gold mencatatkan pendapatan usaha US$ 520,03 juta sepanjang semester I-2023. Jumlahnya melesat 52,3% dari US$ 341,40 juta di periode yang sama tahun lalu.
Sejalan dengan itu, beban pokok pendapatan perseroan juga naik dari US$ 236,99 juta di enam bulan pertama 2022 menjadi US$ 473,89 juta di Januari-Juni 2023. Sehingga laba kotor jatuh dari US$ 104,40 juta menjadi US$ 46,13 juta.
Di enam bulan awal tahun ini, Merdeka Copper Gold (MDKA) sebenarnya masih meraih laba usaha US$ 18,40 juta (dari sebelumnya US$ 75,15 juta di semester I-2022).
Namun, adanya beban keuangan (bersih) yang mencapai US$ 39,67 juta, serta beban lain-lain bersih (bersih) US$ 30,16 juta membuat perseroan membukukan rugi sebelum pajak penghasilan US$ 51,43 juta.
Padahal di semester I-2022, MDKA sukses meraup laba sebelum pajak penghasilan US$ 128,64 juta. Saat itu beban keuangan (bersih) hanya US$ 9,10 juta dan ada pendapatan lain-lain (bersih) US$ 62,58 juta.
Rugi Bersih
Merdeka Copper Gold juga akhirnya mencatatkan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 49,21 juta di semester I-2023. Sebelumnya, perseroan meraup laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 96,79 juta di semester I-2022. Di 30 Juni 2023 rugi per saham US$ 0,0020, dari laba per saham US$ 0,0041 per 30 Juni 2022.
Total aset per 30 Juni 2023 US$ 4,59 miliar. Naik dari per 31 Desember 2022 US$ 3,87 miliar. Kas dan setara kas per 30 Juni 2023 US$ 496,34 juta. Total liabilitas per 30 Juni 2023 US$ 2,03 miliar dan ekuitas US$ 2,56 miliar.
Di sisi lain, anak usaha MDKA, PT Merdeka Battery Material Tbk (MBMA) juga menyampaikan laporan keuangannya per 30 Juni 2023 yang diaudit. Perseroan meraih pendapatan usaha US$ 350,97 juta sepanjang semester I-2023. Angkanya melonjak tajam 172% dari US$ 128,99 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Akan tetapi, beban pokok pendapatan juga meningkat signifikan dari US$ 107,13 juta pada enam bulan pertama tahun lalu menjadi US$ 332,55 juta di penghujung Juni tahun ini. Akhirnya laba kotor drop dari US$ 21,86 juta ke US$ 18,41 juta.
Laba usaha malah ambles dalam dari US$ 19,36 juta, tinggal US$ 919,99 ribu. Penyusutan itu dipicu beban umum dan administrasi yang naik luar biasa pada semester I-2023 jadi US$ 17,43 juta, dari sebelumnya hanya US$ 2,45 juta pada semester I-2022.
Merdeka Battery Materials (MBMA) juga berbalik mencatatkan rugi sebelum pajak penghasilan US$ 14,09 juta di periode Januari-Juni tahun ini, dari laba sebelum pajak penghasilan US$ 42,06 juta di periode yang sama tahun 2022. Rugi sebelum pajak penghasilan utamanya didorong biaya keuangan yang mencapai US$ 18,35 juta.
Ujungnya, ‘Raja Nikel’ itu terpaksa membukukan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$ 19,65 juta. Dari laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 33,42 juta pada semester I-2022.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






