Deretan Proyek Penting Harita Nickel (NCKL), Cuan Sahamnya Bisa 50% Lebih
Untuk memenuhi kebutuhan listrik proyek smelter KPS dan ONC, NCKL melalui Obi Sinar Timur (OST) tengah membangun beberapa pembangkit listrik. Pertama, PLTU batu bara berkapasitas 3x380 MW yang akan mendukung smelter KPS dan OSS. Kedua, PLTU batu bara berkapasitas 150 MW yang akan mendukung smelter HPAL milik ONC.
Selain itu, untuk mencegah polusi dari tempat penyimpanan batu bara – yang khusus mendukung smelter HJF – agar tidak mencemari wilayah sekitarnya, NCKL telah membangun kubah batu bara. “Perseroan melalui OST juga berencana membangun pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 300 MW,” ungkap Juan dan Haikal.
Terakhir, NCKL akan membangun pelabuhan untuk mendukung seluruh smelter. Pelabuhan Persada 1 akan mendukung smelter MSP. Persada 2 dan 3 akan mendukung smelter HPAL milik HPL, Persada 4 akan menampung portal crane yang akan mendukung smelter HPL dan ONC, Persada 5 dan 6 akan mendukung smelter RKEF milik HJF, serta Persada 7 dan 8 akan mendukung smelter KPS dan OSS.
Dengan berbagai faktor yang ada, Samuel Sekuritas mempertahankan rating beli saham NCKL. Target harga saham NCKL dipatok Rp 1.500. Target harga tersebut menyiratkan estimasi P/E 2024 sebesar 10,1 kali. Risikonya adalah harga komoditas yang lebih rendah dari perkiraan dan perubahan regulasi.
Sementara itu, pada perdagangan Jumat (6/10/2023), saham NCKL bertengger di level Rp 980. Dengan demikian, potensi cuan saham NCKL masih tergolong tinggi mencapai 53%.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






