Deretan Proyek Penting Harita Nickel (NCKL), Cuan Sahamnya Bisa 50% Lebih
JAKARTA, investor.id – Ada satu hal yang menarik perhatian analis saat mengunjungi wilayah operasional PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Perseroan menempatkan asetnya dengan baik. Jarak antara area pertambangan, smelter, dan pelabuhan masing-masing kurang dari 5 km.
“Itu memungkinkan NCKL meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Biaya tunai smelter NCKL adalah salah satu yang terendah dibanding pesaingnya,” tulis analis Samuel Sekuritas, Juan Harahap dan Research Associate Samuel Sekuritas, Haikal Putra Samsul dalam risetnya.
Selain itu, Harita Nickel memiliki keunggulan geografis. Lokasi tambang berada di ketinggian 50-60 meter di atas permukaan laut, di daerah pegunungan, sehingga mengurangi risiko banjir. Kemudian, tingginya permukaan air laut di sekitar wilayah tersebut memungkinkan kapal-kapal induk dapat berlabuh di pelabuhannya.
Harita Nickel juga memiliki sejumlah rencana proyek masa depan. Pada kuartal III-2023, emiten berkode saham NCKL tersebut menjual 60% produk MHP (mixed hydroxide precipitate) begitu saja, dan mengonversi sisanya sebesar 40% menjadi nikel dan kobalt sulfat sebelum menjualnya. NCKL menjual kobalt sulfat pertamanya pada kuartal III-2023. “Proporsi tersebut dapat berubah di masa mendatang, tergantung fluktuasi harga nikel sulfat dan MHP,” jelas Juan dan Haikal.
Sedangkan proyek smelter berteknologi high pressure acid leach (HPAL) milik PT Obi Nickel Cobalt (ONC), anak usaha NCKL, diperkirakan memulai aktivitas produksi pada kuartal II-2024. Perlu diketahui bahwa biaya operasional smelter ONC bisa lebih tinggi dibandingkan smelter Halmahera Persada Lygend (HPL), karena smelter ONC memiliki lebih banyak pipa terpasang dibandingkan HPL.
Mengenai smelter berteknologi rotary kiln electric furnace (RKEF), rencana pertumbuhan produksi proyek smelter PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF) masih belum berubah. Proyeksinya 65 ktpa pada 2023. Selain itu, proyek RKEF PT Karunia Permai Sentosa (KPS) diperkirakan memulai kegiatan produksi pada 2025.
Potensi Cuan Saham NCKL
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






