Jumat, 15 Mei 2026

Harga Batu Bara Bervariasi, Dipicu Beragam Sentimen

Penulis : Indah Handayani
17 Okt 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Batu Bara
Batu Bara

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara bervariasi pada Senin (16/10/2023). Dipicu beragam sentimen, mulai dari keterlambatan persetujuan kuota produksi tambahan di Indonesia hingg potensi meningkatnya permintaan dari China dan India. Namun, tertekan oleh penurunan harga gas, karena prakiraan cuaca yang lebih hangat ditambah dengan pasokan yang meningkat penuh melebihi peningkatan risiko geopolitik.

Pada Senin (16/10/2023), harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka Oktober 2023 turun US$ 0,10 menjadi US$ 143,75 per ton. Sedangkan kontrak berjangka November 2023 terkerek US$ 0,35 menjadi US$ 151,1 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Desember 2023 meningkat US$ 1,20 menjadi US$ 155 per ton.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, harga batu bara Rotterdam untuk kontrak berjangka Oktober 2023 melesat US$ 0,10 menjadi US$ 138,5. Sementara itu, kontrak berjangka November 2023 turun US$ 0,15 menjadi US$ 140. Serta, kontrak berjangka November 2023 berkurang US$ 0,30 menjadi US$ 138,9.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari CoalMint, keterlambatan persetujuan kuota produksi tambahan terus memberikan tekanan pada pasokan Indonesia. Para penambang di Indonesia masih belum yakin kapan izin tersebut akan diberikan. Hal ini membuat banyak penambang enggan menawarkan kargo. Beberapa penambang telah mengunggah dokumen yang diperlukan untuk proses tersebut di portal ERKAB namun ada juga yang belum menyelesaikan prosesnya. Saat ini, lebih dari 100 penambang sedang menunggu persetujuan.

Tidak hanya itu, beberapa kapal terjebak di pelabuhan Samarinda di provinsi Kalimantan Timur di mana pemerintah telah mengumumkan tarif pengiriman tambahan, yang mungkin meningkatkan kendala pasokan di Indonesia.

Turut mendukung kenaikan harga batu bara adalah permintaan China akan batu bara dengan nilai kalori tinggi telah meningkat. Pabrik-pabrik di China bergantung pada pengiriman melalui laut karena harga yang fluktuatif dan tantangan pasokan akibat pemeriksaan yang sedang berlangsung di pabrik-pabrik China. Namun, China saat ini merupakan pembeli utama batu bara Indonesia karena mereka melakukan persediaan ulang untuk musim dingin dan membeli semua jenis batu bara.

Data impor batu bara China menunjukan kenaikan sebesar 28% menjadi 42,14 mnt pada September 2023 dibandingkan 33,05 mnt pada September 2022. Di tengah meningkatnya harga domestik dan pengisian kembali batu bara sebelum musim dingin. Selain itu, kendala pasokan muncul karena inspeksi keselamatan tambang di China. Selama sembilan bulan pertama atau Januari-September 2023, China mengimpor 347,65 mnt batu bara, melonjak 73% dibandingkan periode yang sama 2022 (Januari-September 2022).

Hal ini ditambah lagi, permintaan batu bara termal di India terus meningkat seiring dengan meningkatnya konsumsi industri dan listrik. Namun, tingkat penawaran masih lebih rendah dibandingkan China. Selain itu, pemogokan tiga hari Coal India telah ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut. Permintaan dari Bangladesh dan Vietnam juga tetap kuat.

Ekspor batu bara termal Indonesia meningkat sebesar 6% m-o-m menjadi 28.86 juta ton (mnt) pada September 2023 dibandingkan 27,31 mnt pada bulan Agustus 2023, menurut data dari Badan Pusat Statistik.

Disisi lain, harga gas Eropa ambles pada Senin (16/10/2023). Karena prakiraan cuaca yang lebih hangat ditambah dengan penyimpanan yang hampir penuh melebihi peningkatan risiko geopolitik. Hingga berita ini ditayangkan, harga gas alam Eropa EU Dutch TTF (EUR) turun 9,9% ke 48,6 Euro per MWh.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia