Kinerja ANTM, MDKA, hingga BRMS Bisa Terkerek Dipicu Hal Ini
JAKARTA, investor.id - Stockbit melalui publikasi Stockbit Snips pada 16 Oktober 2023 menyatakan harga komoditas emas naik sebesar +3,2% pada akhir pekan lalu ke level US$ 1.928,15 per ons seiring memanasnya konflik di Timur Tengah.
Sementara itu, berdasarkan data Trading Economics, pada Selasa (17/10/2023) sekitar pukul 07.20 WIB, harga emas ada di US$ 1.918 per ons.
Adapun Reuters, dikutip melalui Stockbit Snips, melaporkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah menyebabkan dana beralih ke aset-aset yang cenderung lebih aman (safe haven) seperti emas.
Baca Juga:
Ada Emiten Batu Bara Bagi Dividen, 17 Oktober Penentuan, Sempat Diungkap Rencana Diambil AlihSelain faktor geopolitik, harga emas juga terdorong oleh spekulasi market bahwa bank sentral AS, The Fed, kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga acuan dalam pertemuan pada November 2023. Menurut analisis FedWatch Tool dari CME Group, probabilitas The Fed untuk menahan suku bunga di rentang 5,25–5,5% pada pertemuan tersebut mencapai 90,2%. Sebagai aset dengan zero yield, kenaikan suku bunga akan mengurangi daya tarik emas di mata investor dan sebaliknya.
Stockbit menyebut eskalasi konflik di Timur Tengah sejak pekan lalu telah mendorong kenaikan harga emas setelah mengalami tren koreksi dari level tertingginya sejak awal tahun di US$ 2.080 per ons pada awal Mei 2023 hingga mencapai level terendahnya sejak awal tahun di US$ 1.810 per ons pada awal Oktober 2023.
Emiten Emas
Stockbit menilai tren penguatan harga emas berpotensi mengerek kinerja emiten-emiten produsen dan pengolah emas dari kenaikan rata-rata harga jual (ASP).
Per 1H23, berikut kontribusi emas terhadap total pendapatan masing-masing emiten:
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) 100%
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) 99,9%
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) 93,7%
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)/Antam 61,4%
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 18,8%
PT United Tractors Tbk (UNTR) 4,7%
Pada 16 Oktober, harga saham ARCI (+17,22%), HRTA (+6,86%), BRMS (+2,6%), ANTM (+2,85%), MDKA (+1,96%), dan UNTR (+1,44) secara serempak ditutup menguat.
Terkait ARCI, sambung Stockbit, kenaikan harga emas pada akhir pekan lalu juga meningkatkan daya tarik aset perusahaan (cadangan emas) di tengah kabar rencana divestasi dari pengendali, sehingga sahamnya mengalami kenaikan harga yang signifikan pada 16 Oktober.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






