Tak Terbendung, Barito Renewables (BREN) Masuk 5 Besar
JAKARTA, investor.id – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) tak terbendung. Nilai kapitalisasi pasar (market cap) BREN melompat menjadi Rp 459 triliun pada perdagangan Selasa (17/10/2023). BREN kini menempati peringkat 5 di daftar emiten dengan market cap terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Barito Renewables (BREN) langsung terkerek dua peringkat dari sebelumnya di peringkat 7, dengan market cap Rp 368 triliun, Senin (16/10). Dibandingkan saat melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) yang sebesar Rp 104,3 triliun, market cap BREN melonjak 340%.
Lonjakan itu terjadi seiring kenaikan harga saham BREN yang kerap membentur batas auto rejection atas (ARA). Saat IPO, harga BREN dipatok Rp 780 per saham. Namun, karena ARA berjilid-jilid, harga BREN kini juga sudah naik 340% ke posisi Rp 3.430 pada Selasa (17/10).
Barito Renewables atau BREN merupakan anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT), perusahaan yang dikendalikan oleh konglomerat Prajogo Pangestu.
Berikut adalah top 10 emiten dengan market cap terbesar di BEI, Selasa (17/10/2023):
1. Bank Central Asia (BBCA) Rp 1.092 triliun
2. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp 773 triliun
3. Bayan Resources (BYAN) Rp 652 triliun
4. Bank Mandiri (BMRI) Rp 554 triliun
5. Barito Renewables Energy (BREN) Rp 459 triliun
6. Amman Mineral Internasional (AMMN) Rp 453 triliun
7. Telkom Indonesia (TLKM) Rp 375 triliun
8. Astra International (ASII) Rp 237 triliun
9. Chandra Asri Petrochemical (TPIA) Rp 230 triliun
10. Bank Negara Indonesia (BBNI) Rp 192 triliun
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






