Potensi Besar Merdeka Copper Gold (MDKA), Target Harga Saham Masih Lebar
MDKA disebut juga akan memulai uji coba pengangkutan bijih pertamanya dari Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) pada akhir tahun ini, beserta dengan dimulainya fasilitas asam sulfat (dari proyek AIM, di bawah Merdeka Tsingshan Indonesia).
“Kami yakin dengan laju operasional MDKA akan tetap solid. Kami belum memasukkan nilai potensial dari AIM, utilitas untuk kawasan industri, dan produksi emas dari proyek Pani, yang merupakan katalis potensial di masa depan,” sebut riset RHB Sekuritas.
Sementara itu, dikutip dari website resmi MDKA dijelaskan bahwa selama puluhan tahun ke depan, Tambang SCM akan memasok bijih nikel limonit dan saprolit untuk rangkaian bisnis hilir MBM. Bijih nikel saprolit dari Tambang SCM dikirim ke tiga smelter nikel berteknologi RKEF (rotary kiln electric furnace) di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, untuk diproses menjadi nickel pig iron (NPI).
Baca Juga:
Vale (INCO) Punya Kabar TerkiniMBM terus meningkatkan nilai produksinya. Pada Mei 2023, MBM mengakuisisi 60 persen saham PT Huaneng Metal Industry (HNMI), pabrik konverter nikel yang sudah beroperasi. HNMI akan mengkonversi NPI dari tiga smelter RKEF tersebut menjadi nickel matte.
Hasil lain Tambang SCM, yaitu bijih nikel limonit, akan dikonversi di dua pabrik HPAL (high pressure acid leach). Pabrik-pabrik ini sedang dalam tahap perencanaan dan ditargetkan beroperasi pada 2025 di Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP), suatu kawasan industri bahan baku baterai seluas 3.500 hektare yang akan dibangun di area konsesi Tambang SCM melalui kerja sama dengan berbagai mitra usaha.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






