ESSA Buka-bukaan Kinerja, Laba Bersih Drop 90%
JAKARTA, investor.id - PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA)/(dh PT Surya Esa Perkasa Tbk) merilis kinerja keuangan hingga kuartal III-2023.
ESSA melaporkan pendapatan sebesar US$ 233 juta, turun 58% year on year (yoy). EBITDA sebesar US$ 66,1 juta, turun 75% yoy.
Dalam laporan keuangannya terungkap laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 9,76 juta periode Januari-September 2023. Turun jauh 90,6% dari US$ 104,64 juta pada periode yang sama tahun lalu.
“Pendapatan yang lebih rendah terutama didorong oleh harga komoditas yang lebih rendah dan penghentian sementara pabrik amoniak untuk pemeliharaan terjadwal yang dilakukan pada 1Q23. ESSA terus fokus pada pengurangan biaya yang dapat dikendalikan dan meningkatkan operasional yang handal,” terang manajemen ESSA dalam keterangan resmi, Rabu (18/10/2023).
Harga realisasi amoniak ESSA telah turun sebanyak 58% menjadi rata-rata US$ 378/mt yoy pada 9M23 dibandingkan 9M22 yang dipicu oleh penurunan harga komoditas global yang dimulai pada awal 2023 yang didorong oleh permintaan yang menurun akibat kenaikan tingkat harga pada tahun 2022.
Manajemen ESSA menyatakan, harga amoniak global tampaknya mencapai titik terendah pada Mei 2023 dan selanjutnya menunjukkan tren yang kuat untuk meningkat. Harga telah meningkat secara signifikan dan telah diperdagangkan di atas level normal sejak akhir September 2023.
“Pasokan global tetap ketat di tengah kebangkitan permintaan komoditas di Asia Timur & China, sementara Eropa terus bergulat dengan tantangan terus-menerus dari fluktuasi dan kenaikan harga gas,” ungkap manajemen ESSA.
ESSA memperkirakan harga amoniak akan tetap pada level yang tinggi kemungkinan pada 9M23, mengingat harga komoditas telah meningkat dengan bertambahnya ketidakpastian geopolitik.
ESSA tetap teguh dalam dedikasinya untuk meningkatkan kehandalan manufaktur, kelestarian lingkungan, dan adaptasi terhadap kebutuhan industri yang terus berkembang. Komitmen yang tanpa henti terhadap inovasi terbukti melalui studi kelayakan tahap 2 yang sedang berlangsung untuk blue ammonia, yang dapat memainkan peran penting dalam membentuk masa depan proyek-proyek dekarbonisasi.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





