Cek Perkiraan Rupiah Hari Ini
JAKARTA, investor.id – Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (18/10) diperkirakan berada di kisaran Rp 15.650-15.750 per dolar AS.
Dipantau dari Antara, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi melemah sebesar 0,07% atau 11 poin ke level Rp 15.727 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 15.716 per dolar AS.
Baca Juga:
Rupiah Berpeluang MenguatAnalis pasar mata uang Lukman Leong menilai pelemahan rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi faktor eksternal, menyusul rilis data penjualan ritel AS yang lebih baik dari perkiraan.
“Penjualan ritel AS naik 0,7% month to month (MtM) dengan ekspektasi 0,3%, naik 3,8% year on year (YoY) dengan ekspektasi 1,5%,” jelasnya, Rabu.
Selain itu, pelemahan rupiah turut dipengaruhi pernyataan hawkish dari pejabat The Federal Reserve (The Fed) Neel Kashkari yang melonjakkan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS atau US Treasury.
Lukan juga menyinggung soal inflasi AS yang masih tinggi. Imbal hasil obligasi tenor dua tahun sekarang berada di kisaran 5,200% dan tenor 10 tahun di posisi 4,841%.
Pada penutupan perdagangan Selasa (17/10), rupiah menguat 0,03% atau lima poin menjadi Rp 15.716 per dolar AS dari sebelumnya Rp 15.721 per dolar AS.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyampaikan dolar AS bergerak dalam kisaran yang ketat, sebab pasar mengamati perkembangan konflik di Timur Tengah.
Para trader turut bersiap untuk serangkaian pidato pejabat bank sentral AS pekan ini yang dipimpin oleh Gubernur The Fed Jerome Powell, untuk mengukur prospek kebijakan moneter.
Perhatian investor akan tertuju pada Powell yang akan menyampaikan pidatonya, di tengah sibuknya pidato para kepala bank regional di pekan ini.
Para pejabat Fed akan memasuki periode blackout pada 21 Oktober sebelum periode blackout The Fed pada 31 Oktober hingga 1 November 2023.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






