Jumat, 15 Mei 2026

Cek Perkiraan Rupiah Hari Ini

Penulis : Grace El Dora
18 Okt 2023 | 15:19 WIB
BAGIKAN
Petugas perbankan menghitung uang pecahan rupiah. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww/aa)
Petugas perbankan menghitung uang pecahan rupiah. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww/aa)

JAKARTA, investor.id – Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (18/10) diperkirakan berada di kisaran Rp 15.650-15.750 per dolar AS.

Dipantau dari Antara, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi melemah sebesar 0,07% atau 11 poin ke level Rp 15.727 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 15.716 per dolar AS.

Analis pasar mata uang Lukman Leong menilai pelemahan rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi faktor eksternal, menyusul rilis data penjualan ritel AS yang lebih baik dari perkiraan.

ADVERTISEMENT

“Penjualan ritel AS naik 0,7% month to month (MtM) dengan ekspektasi 0,3%, naik 3,8% year on year (YoY) dengan ekspektasi 1,5%,” jelasnya, Rabu.

Selain itu, pelemahan rupiah turut dipengaruhi pernyataan hawkish dari pejabat The Federal Reserve (The Fed) Neel Kashkari yang melonjakkan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS atau US Treasury.

Lukan juga menyinggung soal inflasi AS yang masih tinggi. Imbal hasil obligasi tenor dua tahun sekarang berada di kisaran 5,200% dan tenor 10 tahun di posisi 4,841%.

Pada penutupan perdagangan Selasa (17/10), rupiah menguat 0,03% atau lima poin menjadi Rp 15.716 per dolar AS dari sebelumnya Rp 15.721 per dolar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyampaikan dolar AS bergerak dalam kisaran yang ketat, sebab pasar mengamati perkembangan konflik di Timur Tengah.

Para trader turut bersiap untuk serangkaian pidato pejabat bank sentral AS pekan ini yang dipimpin oleh Gubernur The Fed Jerome Powell, untuk mengukur prospek kebijakan moneter.

Perhatian investor akan tertuju pada Powell yang akan menyampaikan pidatonya, di tengah sibuknya pidato para kepala bank regional di pekan ini.

Para pejabat Fed akan memasuki periode blackout pada 21 Oktober sebelum periode blackout The Fed pada 31 Oktober hingga 1 November 2023.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 1 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia