Risiko Geopolitik Tinggi, Rupiah Melemah
JAKARTA, investor.id – Pelemahan rupiah saat ini dipengaruhi peningkatan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) atau US Treasury dan risiko geopolitik perang Israel melawan Hamas.
“(Kondisi geopolitik tersebut memberikan) risiko meningkatnya inflasi akibat kenaikan harga minyak. Akibatnya, investor akan risk off dengan mengalihkan investasi ke aset safe haven,” ungkap Analis Bank Woori Saudara BWS Rully Nova seperti dikutip Antara, Kamis (19/10).
Adapun obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 4,9 basis poin (bps) menjadi 4,896%.
Di sisi lain, rupiah melemah juga dipengaruhi kenaikan suku bunga BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRRR) menjadi 6% atau sebesar 0,25 basis poin (bps) dari 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG BI).
Suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility juga naik masing-masing 0,25 bps secara berurutan, bergerak ke level 5,25% dan 6,75%.
“Suku bunga dinaikkan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah. Kenaikan suku bunga akan memberikan dampak signifikan terhadap capital outflow di pasar keuangan Indonesia,” sambung Rully.
Menurut Analis Pasar Mata Uang Lukman Leong, rupiah melemah terhadap dolar AS yang rebound di tengah sentimen risk off di pasar karena pernyataan bernada hawkish dari pejabat The Federal Reserve (The Fed) Christopher J. Waller dan John Williams.
“Weller mengatakan The Fed walau tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan November 2023, namun bisa saja menaikkan suku bunga di pertemuan berikutnya. Sedangkan Willliam melihat suku bunga The Fed akan tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama,” sambungnya.
Pada penutupan perdagangan hari ini, mata uang rupiah melemah sebesar 85 poin atau 0,54% menjadi Rp 15.815 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya sebesar Rp 15.730 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis turut melemah ke posisi Rp 15.838 dari sebelumnya Rp 15.731 per dolar AS.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






