Jumat, 15 Mei 2026

Gebrakan Garuda (GIAA) di Akhir Tahun

Penulis : Thresa Sandra Desfika
20 Okt 2023 | 15:48 WIB
BAGIKAN
Salah satu armada Garuda Indonesia. Foto: IST
Salah satu armada Garuda Indonesia. Foto: IST

JAKARTA, investor.id - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan mengoptimalkan sisa tahun ini untuk menggenjot trafik penumpang yang ujungnya bisa mendongkrak pendapatan. Dan salah satu caranya mengincar pasar penerbangan internasional.

Garuda Indonesia (GIAA) berencana menambah frekuensi pada rute-rute penerbangan yang menjadi preferensi utama pilihan pengguna jasa. Langkah peningkatan frekuensi rute penerbangan tersebut dilakukan secara bertahap pada periode November-Desember.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa penambahan frekuensi penerbangan pada sejumlah rute penerbangan selaras dengan langkah berkelanjutan Garuda dalam merealisasikan peningkatan kapasitas produksi serta memaksimalkan potensi kunjungan wisatawan asing menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.

ADVERTISEMENT

"Dengan tren jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia yang menembus 1 juta wisatawan per bulannya pada akhir semester I-2023, kiranya peningkatan frekuensi penerbangan internasional ini dapat mendukung realisasi target kunjungan wisatan mancanegara hingga 8,5 juta orang hingga akhir tahun 2023," jelas Irfan dalam keterangan resmi dikutip Jumat (20/10/2023).

Dia menambahkan, peluang pertumbuhan penumpang rute internasional yang terus menunjukkan potensi yang menjanjikan, pihaknya cukup optimitis pada akhir 2023, khususnya melalui momentum libur akhir tahun, jumlah penumpang dapat tumbuh hingga 30% dibandingkan dengan periode akhir tahun lalu.

Tambah Frekuensi

Adapun di November 2023 sejumlah frekuensi rute penerbangan akan ditingkatkan di antaranya adalah Narita-Denpasar pp dari yang sebelumnya 5 kali seminggu menjadi 7 kali seminggu, Guangzhou-Jakarta pp yang sebelumnya dilayani 3 kali seminggu akan menjadi 4 kali seminggu, Shanghai-Jakarta pp yang sebelumnya dilayani 2 kali seminggu akan menjadi 3 kali seminggu, Melbourne-Denpasar pp yang sebelumnya dilayani 3 kali setiap minggunya menjadi 4 kali per minggu, dan Singapura-Denpasar pp yang sebelumnya dilayani 5 kali dalam seminggu menjadi 7 kali seminggu.

Sedangkan di Desember 2023, Garuda Indonesia juga berencana untuk menambah frekuensi pada rute Sydney-Jakarta pp yang sebelumnya dilayani 4 kali dalam seminggu menjadi 5 kali setiap minggu, Seoul-Denpasar pp yang yang sebelumnya dilayani 2 kali setiap minggunya menjadi 4 kali setiap minggu, serta Sydney-Denpasar pp yang sebelumnya dilayani sebanyak 4 kali setiap minggu menjadi 5 kali setiap minggunya.

Irfan menambahkan, sejalan dengan momentum kebangkitan sektor pariwisata nasional, Garuda Indonesia terus mencatakan pertumbuhan trafik penumpang khususnya pada sektor penerbangan internasional.

Hingga awal kuartal III-2023 lalu, Garuda Indonesia mencatatkan pertumbuhan penumpang rute internasional hingga mencapai 215% menjadi 859.061 penumpang jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia