Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Menguat Lagi Saat Yield Obligasi AS Turun Tajam

Penulis : Grace El Dora
24 Okt 2023 | 18:05 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi rupiah. (FOTO: ANTARA)
Ilustrasi rupiah. (FOTO: ANTARA)

JAKARTA, investor.id – Rupiah dan mata uang Asia pada umumnya menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah penurunan tajam imbal hasil (yield) obligasi AS alias US Treasury.

Yield obligasi tenor 10 tahun bergerak di sekitar 4,86% pada Selasa (24/10) dari sekitar 4,99%.

"Investor mengantisipasi data yang lebih lemah dari PMI (Purchasing Managers' Index) manufaktur AS (yang dirilis) malam ini. PMI manufaktur AS diperkirakan masih akan terkontraksi turun ke 49,5 dari 49,8 bulan lalu," ujar analis pasar mata uang Lukman Leong seperti dikutip Antara, Selasa.

ADVERTISEMENT

Jelang Kamis (26/10), perhatian investor tertuju pada data produk domestik Bruto (PDB) AS kuartal III-2023. PDB negara ini diperkirakan akan tumbuh kuat 4,3% bersamaan dengan pidato yang disampaikan Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell.

Memasuki Jumat (27/10), data inflasi personal consumption expenditures (PCE) Price Index AS diprediksi meningkat 0,3% secara month to month (MtM) dan 3,7% secara year on year (YoY).

Menurut pengamat pasar uang Ariston Tjendra, serangan darat Israel yang ditunda ke Gaza menurunkan kekhawatiran pasar sehingga rupiah mengalami penguatan.

"Namun demikian, sentimen kelihatan masih negatif untuk aset berisiko pagi ini. Pasar masih memperhatikan perkembangan di Timur Tengah. Sebagian indeks saham Asia masih bergerak negatif seperti Nikkei, Hangseng, Kospi," tutur Ariston.

Pada penutupan perdagangan hari ini, mata uang rupiah menguat sebesar 85 poin atau 0,53% ke level Rp 15.848 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 15.934 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa turut menguat ke posisi Rp 15.869 dari sebelumnya Rp 15.943 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 5 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia