Jumat, 15 Mei 2026

Emiten Batu Bara Wanita Terkaya Bagi Dividen Interim Rp 245/Saham

Penulis : Thresa Sandra Desfika
25 Okt 2023 | 06:50 WIB
BAGIKAN
PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP). Foto: Perseroan.
PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP). Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id - PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) akan membagikan dividen interim tahun buku 2023 senilai total Rp 300,68 miliar atau Rp 245/saham.

Sekretaris Perusahaan Mitrabara Adiperdana, Chandra Lautan menjelaskan, rencana pembagian dividen interim perseroan telah disetujui berdasarkan rapat dewan komisaris dan direksi perseroan yang telah dilaksanakan pada 23 Oktober 2023.

“Nilai dividen interim per saham Rp 245/saham,” papar Chandra Lautan dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (25/10/2023).

ADVERTISEMENT

Adapun jadwal pembagian dividen interim, yakni cum dividen pasar reguler dan negosiasi 1 November 2023, ex dividen pasar reguler dan negosiasi 2 November. Cum dividen pasar tunai 3 November, ex dividen pasar tunai 6 November. Pembayaran dividen 8 November.

“Dividen interim akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) atau recording date pada tanggal 3 November 2023/atau pemilik saham perseroan pada subrekening efek Kustodian Efek Sentral Indonesia (KSEI) pada penutupan perdagangan tanggal 3 November,” sambung Chandra.

Pada perdagangan 24 Oktober, saham MBAP ditutup di Rp 5.250 atau naik 1,94%. Namun dalam periode year to date (ytd) saham ini anjlok 30%.

Wanita Terkaya

Pemegang saham MBAP per 30 September 2023 adalah PT Wahana Sentosa Cemerlang 60%, PT Wahana Batubara Indonesia 30%, dan masyarakat 9,7%. Jumlah pemegang sahamnya 7.135.

Pemilik manfaat akhir dari kepemilikan saham MBAP, yakni Ghan Djoe Hiang. Dalam daftar 50 orang terkaya 2022 dari Forbes, Ghan Djoe Hiang berada di peringkat 41 dengan kekayaan bersih US$ 1,07 miliar. Membuatnya menjadi salah satu wanita terkaya di Indonesia.

Melansir Forbes, Ghan Djoe Hiang berusia 79 tahun adalah istri mendiang taipan Indonesia Athanasius Tossin Suharya, pendiri grup Baramulti yang bergerak di bidang pertambangan dan perdagangan batu bara. Suharya meninggal dunia pada tahun 2020 di usia 77 tahun.

Suharya memulai grup pada tahun 1971 dengan mendirikan PT Ensicon Indonesia, kontraktor umum, dan melakukan diversifikasi ke perdagangan batu bara pada tahun 1988. Baramulti Group saat ini memiliki 11 konsesi batu bara di Kalimantan dan Sumatra.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia