Pasar Kripto Lanjut Menguat, Bitcoin Anteng di US$ 33 Ribu
JAKARTA, investor.id – Pasar kripto lanjut menguat dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, Bitcoin dan Ethereum melesat. Sedangkan Binance melemah. Bahkan Bitcoin anteng di level US$ 33 ribu.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Rabu pagi (25/10/2023) pukul 07.15 WIB, kapitalisasi pasar kripto global menguat 1,9% menjadi di US$ 1,25 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) meningkat 2,62% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 33.930 per koin atau setara Rp 53,86 juta (Kurs, Rp 15.874).
Ethereum (ETH) juga menguat 0,94% dalam 24 jam. Sehingga ETH dibanderol dengan harga US$ 1.786,25 per koin. Namun, pelemahan terjadi pada Binance (BNB) yang turun 1,53% dalam sehari terakhir. Dengan begitu, saat ini BNB berada di level US$ 225,79 per koin.
Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha mnegatakan, Bitcoin telah bergerak melesat menjelang penutupan akhir Oktober. Saat ini, target terdekat BTC berada di kisaran US$ 35 ribu- 36 ribu dan perlu diwaspadai adanya potensi profit taking di area tersebut. “Sementara, minggu depan pelaku pasar juga akan wait and see menantikan keputusan suku bunga pada FOMC 31 Oktober – 1 November mendatang,” jelasnya, baru-baru ini.
Salah satu peristiwa penting adalah terdaftarnya iShares spot Bitcoin exchange-traded fund (ETF) yang diusulkan oleh perusahaan investasi BlackRock di Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC), yang merupakan perusahaan jasa keuangan yang menyediakan layanan kliring dan penyelesaian untuk pasar keuangan. DTCC adalah lembaga kliring untuk perdagangan NASDAQ menurut pakar ETF Eric Balchunas.
Hal ini menunjukkan proses selanjutnya dalam membawa ETF kripto ke pasar, di tengah penantian manajer investasi dan pelaku pasar yang masih menantikan persetujuan oleh Securities and Exchange Commission (SEC).
Masih seputar ETF, Pengadilan Banding AS juga dikabarkan menerbitkan mandatnya yang menegaskan kembali keputusannya yang mendorong SEC untuk mempertimbangkan kembali pengajuan ETF Bitcoin Spot oleh Grayscale.
Selain, optimisme terhadap ETF Bitcoin spot. Tren mengenai halving Bitcoin tahun depan juga menjadi sentimen positif, dengan halving yang kurang dari 200 hari lagi telah menarik perhatian komunitas kripto karena secara historis peristiwa halving memiliki pengaruh besar terhadap pasokan Bitcoin.
“Halving dalam konteks Bitcoin (BTC) adalah peristiwa yang terjadi setiap empat tahun dimana reward blok miner dibagi dua. Ini membatasi pasokan Bitcoin baru yang masuk ke sirkulasi. Pengaruhnya adalah mengurangi laju pertumbuhan pasokan BTC, potensial meningkatkan nilai karena permintaan tetap tinggi sementara persediaan baru terbatas,” jelas Panji.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






