Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Terperosok, Tertekan Pelemahan Saham Sektor Teknologi

Penulis : Indah Handayani
26 Okt 2023 | 05:41 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi: Para pialang sedang bekerja di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. (Reuters/ANTARA)
Ilustrasi: Para pialang sedang bekerja di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. (Reuters/ANTARA)

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street terperosok pada Rabu (25/10/2023). Bahkan, S&P 500 turun lebih dari 1% dan ditutup di bawah 4.200 untuk pertama kalinya sejak Mei, Nasdaq mencatat hari terburuk sejak Februari. Tertekan pelemahan saham sektor teknologi setelah laporan pendapatan kuartalan perusahaan bidang ini mengecewakan.   

Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 turun 1,43% menjadi ditutup pada 4,186.77, mengakhiri hari di bawah level 4,200 yang banyak diawasi oleh para analis grafik. Ini adalah pertama kalinya S&P 500 ditutup di bawah ambang batas ini sejak Mei. Nasdaq kehilangan 2,43% untuk menyelesaikan sesi pada 12.821,22 yang merupakan hari terburuk sejak 21 Februari, ketika indeks merosot 2,5%. Sedangkan Dow Jones  turun 105,45 poin atau 0,32% menjadi 33.035,93.

Saham Alphabet anjlok lebih dari 9% karena bisnis cloud-nya meleset dari perkiraan para analis, menutupi pertumbuhan pendapatan dan pendapatannya yang kuat. Saham  Alphabet mencatatkan hari terburuknya sejak Maret 2020. Sektor jasa komunikasi S&P 500 merosot 5,9%.

ADVERTISEMENT

Saham raksasa teknologi, Apple an Amazon masing-masing tergelincir 1,3% dan 5,6%. Amazon akan melaporkan hasil kuartal ketiga setelah bel penutupan pada Kamis (26/10/2023).

Meskipun pendapatan perusahaan tetap menjadi fokus investor minggu ini, investor juga terus memperhatikan imbal hasil, karena imbal hasil berada di dekat level tertinggi dalam beberapa tahun. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik hampir 11 basis poin menjadi sekitar 4,95%. Ini diperdagangkan di atas 5% pada awal minggu, yang mengguncang investor dan memukul saham-saham teknologi.

“Laba mendominasi berita utama, tapi saya tidak bisa mengalihkan pandangan dari pasar obligasi. Kami belum pernah melihat laju imbal hasil yang meroket sejak tahun 1982 dan hal ini akan menimbulkan masalah bagi saham,” kata Ed Moya, analis pasar senior di Oanda.

Microsoft menonjol di antara penurunan saham teknologi pada Rabu (25/10/2023), dengan saham menguat 3% setelah hasil fiskal kuartal pertama mengalahkan perkiraan Wall Street.

Perusahaan teknologi IBM dan Meta akan memposting hasil kuartalan pada sore hari. Sekitar 29% perusahaan S&P 500 telah membukukan pendapatan kuartal ketiga sejauh ini. Dari perusahaan-perusahaan tersebut, 78% telah melampaui ekspektasi.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 58 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia