Tanpa GOTO dan HEAL, Laba Bersih Astra (ASII) Tembus Rp 26 Triliun
JAKARTA, investor.id - PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan pendapatan bersih konsolidasian grup sampai akhir kuartal III-2023 sebesar Rp 240,9 triliun, meningkat 9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Laba bersih Grup Astra tanpa memperhitungkan penyesuaian nilai wajar atas investasi pada GoTo dan Hermina (HEAL) mencapai Rp 26,1 triliun, 17% lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan ini mencerminkan peningkatan kinerja dari hampir seluruh divisi bisnis grup, terutama divisi otomotif dan jasa keuangan.
Jika memperhitungkan penyesuaian nilai wajar pada GoTo dan Hermina, maka laba bersih grup meningkat sebesar 10% menjadi Rp 25,7 triliun, dibandingkan sembilan bulan pertama tahun 2022.
Nilai aset bersih per saham pada 30 September 2023 sebesar Rp 4.713, 1% lebih rendah dibandingkan pada 31 Desember 2022.
Laba
Laba bersih per saham sebesar Rp 644, 17% lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu (tidak termasuk penyesuaian nilai wajar atas investasi Grup Astra)
“Kinerja grup sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2023 cukup baik, mencerminkan pemulihan pascapandemi yang terus berlanjut. Kami melihat grup akan dapat tetap resilient di tengah ketidakpastian perekonomian global dan membukukan kinerja yang baik hingga akhir tahun dengan pertumbuhan yang moderat pada kuartal terakhir,” ungkap Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro dalam keterangan resmi, Selasa (31/10/2023).
Rincian laba bersih Astra (ASII):
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






