Saham SMDR Makin Murah, Bukan Bos Bani Lagi yang Borong tapi Perusahaan Ini
JAKARTA, investor.id - Bukan lagi Bani Maulana Mulia, tapi kali ini PT Ngrumat Bondo Utomo yang memborong saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR).
Direktur Kepatuhan Samudera Indonesia, Farida Helianti Sastrosatomo melaporkan bahwa Ngrumat Bondo Utomo membeli sebanyak 135 juta saham SMDR pada 27 Oktober 2023. Harga pembelian Rp 250/saham. Karena itu, nilai transaksinya mencapai Rp 33,75 miliar.
“Tujuan dari transaksi, investasi,” jelas Farida Helianti dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (2/11/2023).
Sebelum transaksi tersebut, Ngrumat Bondo Utomo telah menguasai 2.351.649.800 saham SMDR atau 14,36%. Setelah transaksi menjadi 2.486.649.800 saham atau 15,19%.
Saham SMDR tengah mengalami tren penurunan. Pada perdagangan 1 November SMDR turun 5,96% ke Rp 284. Dalam satu bulan terakhir SMDR anjlok 19,32%. Berdasarkan data RTI Business per penutupan 1 November, rasio price to book value SMDR 0,63 kali dan price earning ratio (PER) 3,53 kali.
Adapun berdasarkan penelusuran, harga transaksi Rp 250 per saham yang digelar Ngrumat Bondo Utomo pada 27 Oktober berada di bawah harga pasar reguler. Mengingat dalam satu tahun terakhir harga terendah saham SMDR adalah Rp 280.
Ngrumat Bondo Utomo
Dalam website resminya dijelaskan, Ngrumat Bondo Utomo didirikan pada 26 Desember 1994, berawal dari kelompok usaha Soedarpo yang pertama kali didirikan pada era tahun 1950-an oleh Soedarpo Sastrosatomo.
Direktur Utama Samudera Indonesia, Bani Maulana Mulia juga menjabat sebagai direktur di Ngrumat Bondo Utomo.
Sementara itu, Samudera Indonesia (SMDR) membukukan pendapatan jasa US$ 575,41 juta dalam periode Januari-September 2023. Angkanya turun dari raihan periode yang sama tahun lalu di posisi US$ 853,93 juta.
Namun demikian, emiten pelayaran ini mampu menekan biaya jasa dari US$ 543,03 juta ke US$ 457,54 juta per akhir kuartal III-2023. Laba bruto di angka US$ 117,86 juta, turun dari US$ 310,89 juta per 30 September 2022.
Perusahaan yang dipimpin Bani Maulana Mulia ini mampu mencetak laba periode berjalan US$ 92,57 juta di penghujung kuartal ketiga tahun ini. Tapi tak seperkasa periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 262,80 juta.
Alhasil laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tinggal US$ 63,62 juta per akhir kuartal III-2023. Turun 63% dari US$ 171,53 juta per 30 September 2022.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler





