Jumat, 15 Mei 2026

Emiten Batu Bara Ini Laba Bersihnya Tumbuh 3 Kali Lipat, Saham Naik 213%

Penulis : Thresa Sandra Desfika
3 Nov 2023 | 07:05 WIB
BAGIKAN
Aktivitas pertambangan batu bara PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO). (Foto: Perseroan)
Aktivitas pertambangan batu bara PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Emiten batu bara, PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) meraih laba neto US$ 10,57 juta di Januari-September 2023, melesat 245,8% atau lebih dari tiga kali lipat dibandingkan US$ 3,05 juta per akhir kuartal III tahun lalu.

Raihan perseroan tersebut ditopang dengan penjualan US$ 44,24 juta sampai dengan 30 September 2023. Jumlahnya meningkat 31,9% dari US$ 33,53 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Semua penjualan itu semuanya merupakan penjualan ekspor.

ADVERTISEMENT

Garda Tujuh Buana (GTBO) membukukan beban pokok penjualan US$ 28,74 juta. Meningkat dari US$ 26,83 juta.

Laba bruto melesat dari US$ 6,7 juta di akhir kuartal III-2022, menjadi US$ 15,50 juta pada periode yang sama tahun ini.

Seiring dengan kinerja keuangan yang melejit, saham GTBO juga melesat. Pada perdagangan Kamis (2/11/2023) kemarin, saham GTBO diparkir di Rp 640 atau meningkat 14,29%. Dalam periode year to date (ytd) saham GTBO melambung 213,73%.

Batu Bara

Dalam website resmi perseroan dijelaskan bahwa Garda Tujuh Buana didirikan pada tahun 1996. Perusahaan telah diberi kuasa penambangan eksploitasi. GTBO menangani operasi pengolahan penambangan batu bara dan logistik secara terpadu. GTBO melakukan penambangan batu bara termal dan dianggap sebagai salah satu produsen batu bara yang menambang dan menjual batu bara bernilai kalori rendah.

Lokasi tambang dapat dicapai kira-kira dalam satu jam perjalanan dengan speed boat dari Pelabuhan Tarakan, Kabupaten Bulungan, Propinsi Kalimantan Timur.

Dalam perkembangannya, luas kuasa pertambangan GTBO berubah menjadi 710 ha berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bulungan No 147/K–III/540/2007 tertanggal 26 Maret 2007 tentang pemberian kuasa pertambangan eksploitasi. Di sana dinyatakan bahwa luas daerah yang dimiliki GTB yang awalnya 1.995,003 ha menjadi 710 ha (menurun seluas 1.283,003 ha untuk dikembalikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bulungan).

Lokasi daerah penambangan batu bara adalah di sebelah utara bagian tengah Pulau Bunyu yang tidak berpenduduk.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia