Perkembangan Terbaru Bisnis Hijau Adaro (ADRO)
JAKARTA, investor.id - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) menyampaikan perkembangan bisnis Adaro Green Pillar per akhir kuartal III-2023.
Manajemen Adaro menegaskan Pilar Adaro Green dibentuk guna menunjang aspirasi perusahaan untuk membangun Adaro yang lebih besar dan lebih hijau dengan memanfaatkan peluang ekonomi hijau Indonesia.
“Melalui ACEI (Adaro Clean Energy Indonesia) dan anak-anak perusahaannya, Grup Adaro sedang melaksanakan studi kelayakan untuk mengembangkan berbagai sumber energi baru terbarukan,” ungkap manajemen Adaro dalam keterangan resmi dikutip Jumat (3/11/2023).
Lebih lanjut, manajemen mengungkapkan sejumlah pencapaian Adaro Green. Di antaranya, PT Kayan Hydropower Nusantara, yang akan menyediakan listrik ramah lingkungan bagi kawasan industri hijau di Kalimantan Utara, melanjutkan aktivitas pengembangannya dan pada 3Q23 memberikan kontrak untuk pekerjaan terowongan pengelak (diversion tunnel) dan gudang handak (bahan peledak).
Selain itu, pada September 2023, Adaro Solar International Pte Ltd mendapatkan persetujuan bersyarat dari energy market authority (EMA) Singapura untuk memasok listrik rendah karbon sebesar 0,4 GW.
ACEI melalui anak perusahaannya PT Adaro Sarana Energi Terbarukan (ASET) mengurangi konsumsi bahan bakar solar PT Maruwai Coal dengan memasang PLTA mini 4 MW. Proyek ini sedang memfinalisasi pemilihan kontraktor EPC dan produsen turbin.
“ASET juga sedang melaksanakan studi teknis untuk persiapan pengembangan solar PV hibrid dan penyimpanan baterai guna mengurangi konsumsi bahan bakar solar di terminal batu bara Kelanis. ASET akan terus mengembangkan proyek-proyek terbarukan dalam Grup Adaro demi memenuhi komitmen untuk bertransformasi ke arah ramah lingkungan,” papar manajemen Adaro.
Transisi
Sebelumnya, Grup Adaro (ADRO) melalui PT Adaro Power buka-bukaan mengenai program transisi energi di BNI Investor Daily Summit 2023 di Hutan Kota by Plataran, Senayan, Jakarta pada Selasa (24/10/2023).
Direktur Operasi Adaro Power Mustiko Bawono menjelaskan, program-program untuk transisi energi dan juga untuk pembatasan karbon yang terjadi di seluruh aktivitas bisnis Adaro telah dan akan terus berjalan.
“Kita bisa menyampaikan bahwa transisi energi itu memerlukan sesuatu usaha dan harus secara bertahap,” paparnya saat menjadi pembicara Special Season 1 dengan tema Curbing Carbon Emission: Realizing Indonesia’s Energy Transition Targets di BNI Investor Daily Summit 2023.
Ia melanjutkan, Adaro sekarang dalam menjalankan bisnisnya masih banyak berbasis pada thermal coal baik itu di energi produksi yaitu listrik maupun kegiatan penambangannya.
Mustiko menuturkan, karena itu langkah pertama sebelum sepenuhnya bisa beralih kepada transisi ke energi yang lebih hijau telah dilakukan suatu roadmap.
"Kami mencoba menyusun roadmap dari semua lini bisnis Adaro. Dilihat dihitung berapa emisinya kemudian mitigasi atau inisiatif-inisiatif apa yang bisa untuk menurunkan,” terang Mustiko.
“Dari sisi energi power yang mana mengelola saat ini 3 PLTU batu bara dan 1 pembangkit yang sudah renewable, maka yang batu bara kita melakukan berbagai inisiatif misalnya dengan melakukan co-firing. Ini adalah transisi karena kita sadar co-firing pun masih memberikan emisi,” sambungnya.
Mustiko menyebutkan, ke depan bisnis dari Adaro sudah dicanangkan akan menjadi tiga kelompok besar, yaitu Adaro Energi yang mencakup seluruh aktivitas bisnis Adaro saat ini yang notabene masih berbasis pada thermal coal.
Kemudian Adaro Mineral yang mengelola tambang dari pada batu bara namun yang sifatnya bukan thermal tapi metalurgi, yang sifatnya bermanfaat untuk mendukung produksi baja atau smelter baja. Dan terakhir Adaro Green mewadahi semua aktivitas bisnis yang bersifat energi hijau baik itu kawasan industri hijau maupun produksi energi hijau.c
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler





