Investasi Patrick Walujo dan Bangkitnya Saham GOTO
JAKARTA, investor.id - Saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dibuka kembali hijau pada perdagangan sesi I, Jumat (3/11/2023) ke Rp 73. Di sekitar pukul 9.30 WIB saham GOTO masih ada di level yang sama Rp 73 atau naik 2,82%.
Saham GOTO pada perdagangan 1 dan 2 November kemarin pun ditutup naik masing-masing 3,33% dan 14,52%. Di 31 Oktober, GOTO juga melejit 7,14%.
Saham GOTO bangkit setelah sempat terpuruk hampir di sepanjang Oktober. GOTO bahkan menyentuh level terendah sepanjang masanya di Rp 54 pada 16 Oktober.
Di tengah saham GOTO yang terpuruk bulan lalu, Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Patrick Sugito Walujo atau Patrick Walujo malah membeli 148,15 juta saham seri A GOTO.
Harga rata-rata pembeliannya adalah Rp 67,5 per saham sehingga nilai transaksi keseluruhannya mencapai Rp 10 miliar. Transaksi dilaksanakan melalui pasar reguler di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 16 Oktober 2023.
“Transaksi pembelian saham dilakukan untuk tujuan investasi pribadi,” ungkap Patrick Walujo dalam keterbukaan informasi pada 17 Oktober lalu.
Setelah transaksi, Patrick Walujo jadi memiliki 211,07 juta saham seri A GOTO atau 0,02%. Sebelumnya, ia hanya mempunyai 62,92 juta saham seri A atau 0,01%.
“Saham dimiliki secara langsung dan terdaftar atas nama Sugito Walujo,” sambung Patrick Walujo.
Kinerja Keuangan
Sementara itu, GOTO telah mengumumkan kinerja keuangan dan operasionalnya untuk kuartal ketiga tahun 2023 pada 30 Oktober lalu.
Perseroan melaporkan perbaikan EBITDA grup yang disesuaikan sebesar 74% year on year mencapai -Rp 942 miliar, yang didorong peningkatan monetisasi dan manajemen beban usaha secara disiplin. Di saat yang bersamaan, GTV grup tumbuh 5% dibanding kuartal sebelumnya, menunjukkan dampak positif dari inovasi perseroan di tengah kompetisi yang semakin ketat.
Direktur Utama Grup GoTo Patrick Walujo sempat menjelaskan, GTV grup telah kembali mencatatkan pertumbuhan positif setelah mencatatkan penurunan dua kuartal berurutan, didorong oleh pertumbuhan unit bisnis e-commerce dan on-demand services.
“Hal ini disebabkan oleh strategi perseroan memperluas pasar potensial (total addressable market atau TAM) melalui pengembangan produk dan layanan yang mampu menjawab kebutuhan konsumen yang lebih peka terhadap harga (price conscious customers),” sebut Patrick Walujo dalam keterangan resmi baru-baru ini.
Ia menambahkan, sinergi ekosistem yang semakin kuat ini menjadi keunggulan GOTO di tengah kompetisi yang semakin ketat. Grup GoTo akan terus beradaptasi secara taktis untuk mempertahankan kepemimpinan pasar mereka, serta di saat yang sama terus berinvestasi untuk mendukung strategi bisnis jangka panjang perseroan.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






