Ada Harapan di Bukalapak (BUKA), Target Harga Saham Dipatok Tinggi
JAKARTA, investor.id – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatatkan penurunan tipis pendapatan sebesar 1% (quarter on quarter/qoq) menjadi Rp 1,2 triliun pada kuartal III-2023. Namun, pendapatan perseroan naik 29% secara year on year (yoy).
Penurunan tipis pendapatan Bukalapak terutama disebabkan oleh penurunan total processing value (TPV) marketplace sebesar 7% (qoq), namun naik 57% (yoy). Selain itu, penurunan take rate pada kuartal III-2023 menjadi 2,96% dibandingkan kuartal II-2023 yang mencapai 3,02%.
Meski demikian, margin kontribusi Bukalapak naik signifikan menjadi Rp 182 miliar pada kuartal III-2023. Secara kumulatif, selama periode Januari-September 2023, margin kontribusi emiten berkode saham BUKA tersebut mencapai Rp 410 miliar, jauh lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu yang minus Rp 43 miliar.
Terkait bottom line, Bukalapak atau BUKA melaporkan rugi bersih Rp 390 miliar pada kuartal III-2023. Sedangkan selama periode Januari-September 2023, rugi bersih mencapai Rp 784 miliar. Hal itu terutama akibat kerugian investasi di PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) sebesar Rp 707 miliar.
“Secara kumulatif, performa BUKA cenderung mixed pada kuartal III-2023. TPV dan margin kontribusi menyamai atau bahkan melampaui ekspektasi pasar,” tulis analis Samuel Sekuritas, Muhammad Farras Farhan dan Research Associate Samuel Sekuritas, Laurencia Hiemas dalam risetnya.
Menurut Farras dan Laurencia, BUKA kembali membukukan margin kontribusi kuartalan yang positif mencapai Rp 182 miliar pada kuartal III-2023, naik 47% (qoq) atau melonjak 492% (yoy). Pencapaian itu yang kelima secara berturut-turut. Ini membuktikan kemampuan BUKA dalam meningkatkan skalabilitas melalui inisiatif specialty store dan bisnis O2O.
“Namun, satu hal yang menarik perhatian kami adalah BUKA membukukan angka tersebut dengan TPV yang cenderung flat sebesar Rp 41 triliun (-1% yoy, 0% qoq). Hal ini membuktikan tesis kami bahwa BUKA memiliki lebih banyak ruang untuk pertumbuhan dibandingkan kompetitornya, yaitu PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO),” jelas Farras dan Laurencia.
BUKA dan GOTO sama-sama bertujuan untuk membukukan adjusted EBITDA positif pada kuartal IV-2023. Namun, dengan situasi saat ini, BUKA menjadi favorit untuk meraih pencapaian tersebut.
“BUKA masih menjadi favorit kami di sektor teknologi berkat cadangan kas yang melimpah dan upayanya untuk mencari peluang pertumbuhan organik dan anorganik. Karena perkiraan pendapatan dari kami sudah sejalan dengan kinerja perusahaan, kami tidak perlu merevisi lebih lanjut,” sebut Farras dan Laurencia.
Potensi Cuan Besar di Saham BUKA
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






