Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Rontok, Tertekan Pidato Ketua The Fed dan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

Penulis : Indah Handayani
10 Nov 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Trader bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange di New York,  (Foto: AP Photo/Seth Wenig)
Trader bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange di New York, (Foto: AP Photo/Seth Wenig)

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street rontok pada Kamis (9/11/2023). S&P 500 menghentikan kenaikan delapan hari beruntun, Dow ditutup 200 poin lebih rendah. Tertekan Pidato Ketua The Fed Jerome Powell dan lonjakan tajam imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 turun 0,81%, ditutup pada 4,347.35. Sedangkan Nasdaq Composite kehilangan 0,94% menjadi 13.521,45. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average terpangkas 220,33 poin (0,65%) menjadi 33,891.94.

Saham-saham mencapai posisi terendah setelah Powell mengindikasikan upaya lebih lanjut mungkin perlu dilakukan untuk menurunkan inflasi. Meskipun perlambatan laju inflasi baru-baru ini merupakan tanda yang menggembirakan bagi para pembuat kebijakan.

ADVERTISEMENT

“Federal Open Market Committee (FOMC) berkomitmen untuk mencapai kebijakan moneter yang cukup ketat untuk menurunkan inflasi hingga 2% seiring berjalannya waktu; kami tidak yakin bahwa kami telah mencapai sikap seperti itu,” katanya dalam sambutannya di acara International Monetary Fund (IMF), di Washington DC, AS, Kamis (9/11/2023).  

Penurunan harga saham bertepatan dengan kenaikan imbal hasil obligasi. Lemahnya lelang Obligasi AS menekan di awal sesi. Imbal hasil acuan Obligasi AS 10-tahun naik lebih dari 12 basis poin menjadi 4,634%. Suku bunga obligasi 30 tahun melonjak sekitar 11 basis poin menjadi 4,772%.

Michael Arone dari State Street Global Advisors mengatakan, volabilitas suku bunga mendominasi pasar saham. “Saya pikir kita sudah siap untuk mencapai kesimpulan positif terhadap tahun yang positif ini. Tetapi menurut saya pergerakan suku bunga pada akhirnya akan menentukan arah kita selanjutnya,” jelasnya.

Saham Disney naik 6,9% setelah melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan dan memperluas rencana pemotongan biaya. Sementara saham Arm merosot 5,2% setelah laporan kuartal pertamanya sebagai perusahaan publik. Sedangkan saham MGM Resorts tergelincir 1,1% bahkan setelah membukukan hasil yang kuat dan program pembelian kembali saham baru.

Untuk minggu ini, Dow Jones telah kehilangan 0,5%, sedangkan S&P 500 berada di jalur untuk berakhir melemah sekitar 0,3%. Nasdaq adalah satu-satunya indeks rata-rata utama yang berada di wilayah positif, berada di jalur kenaikan sebesar 0,3%.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia