Wall Street Rontok, Tertekan Pidato Ketua The Fed dan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS
NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street rontok pada Kamis (9/11/2023). S&P 500 menghentikan kenaikan delapan hari beruntun, Dow ditutup 200 poin lebih rendah. Tertekan Pidato Ketua The Fed Jerome Powell dan lonjakan tajam imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 turun 0,81%, ditutup pada 4,347.35. Sedangkan Nasdaq Composite kehilangan 0,94% menjadi 13.521,45. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average terpangkas 220,33 poin (0,65%) menjadi 33,891.94.
Saham-saham mencapai posisi terendah setelah Powell mengindikasikan upaya lebih lanjut mungkin perlu dilakukan untuk menurunkan inflasi. Meskipun perlambatan laju inflasi baru-baru ini merupakan tanda yang menggembirakan bagi para pembuat kebijakan.
“Federal Open Market Committee (FOMC) berkomitmen untuk mencapai kebijakan moneter yang cukup ketat untuk menurunkan inflasi hingga 2% seiring berjalannya waktu; kami tidak yakin bahwa kami telah mencapai sikap seperti itu,” katanya dalam sambutannya di acara International Monetary Fund (IMF), di Washington DC, AS, Kamis (9/11/2023).
Penurunan harga saham bertepatan dengan kenaikan imbal hasil obligasi. Lemahnya lelang Obligasi AS menekan di awal sesi. Imbal hasil acuan Obligasi AS 10-tahun naik lebih dari 12 basis poin menjadi 4,634%. Suku bunga obligasi 30 tahun melonjak sekitar 11 basis poin menjadi 4,772%.
Michael Arone dari State Street Global Advisors mengatakan, volabilitas suku bunga mendominasi pasar saham. “Saya pikir kita sudah siap untuk mencapai kesimpulan positif terhadap tahun yang positif ini. Tetapi menurut saya pergerakan suku bunga pada akhirnya akan menentukan arah kita selanjutnya,” jelasnya.
Saham Disney naik 6,9% setelah melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan dan memperluas rencana pemotongan biaya. Sementara saham Arm merosot 5,2% setelah laporan kuartal pertamanya sebagai perusahaan publik. Sedangkan saham MGM Resorts tergelincir 1,1% bahkan setelah membukukan hasil yang kuat dan program pembelian kembali saham baru.
Untuk minggu ini, Dow Jones telah kehilangan 0,5%, sedangkan S&P 500 berada di jalur untuk berakhir melemah sekitar 0,3%. Nasdaq adalah satu-satunya indeks rata-rata utama yang berada di wilayah positif, berada di jalur kenaikan sebesar 0,3%.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






