Harga Batu Bara Naik, Ditopang China dan India
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara naik pada Rabu (15/11/2023). Ditopang menurunnya produksi batu bara China dan kabar India yang akan memastikan pasokan dari Australia stabil.
Pada Rabu (15/11/2023), harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka November 2023 naik US$ 0,75 menjadi US$ 123,25 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Desember 2023 terkerek US$ 1,25 menjadi US$ 127,25 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Januari 2024 meningkat US$ 0,75 menjadi US$ 130 per ton.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, harga batu bara Rotterdam untuk kontrak berjangka November 2023 turun US$ 1,05 menjadi US$ 123,40. Sementara itu, kontrak berjangka Desember 2023 terkoreksi US$ 1,55 menjadi US$ 113,55. Serta, kontrak berjangka Januari 2024 melemah US$ 1,75 menjadi US$ 109,50.
Produksi batu bara China pada bulan Oktober turun 1,1% dari level tertinggi enam bulan di bulan September, data resmi menunjukkan pada Rabu (15/11/2023), karena inspeksi keselamatan tambang membatasi produksi.
Produsen batu bara terbesar di dunia ini menambang 388,8 juta metrik ton bahan bakar pada bulan lalu, menurut data dari Biro Statistik Nasional, meskipun angka tersebut masih naik 3,8% dari tingkat tahun sebelumnya.
Sedangkan produksi batu bara selama 10 bulan 2023 mencapai 3,83 miliar ton, naik 3,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Analis dari Asosiasi Transportasi dan Distribusi Batubara China (CCTD), sebuah asosiasi industri, sebelumnya telah memperingatkan bahwa produksi untuk kuartal keempat bisa lebih rendah dari yang diperkirakan mengingat adanya inspeksi.
China juga memberikan lebih banyak fleksibilitas kepada perusahaan listrik dalam menandatangani kontrak jangka panjang untuk tahun 2024, sebuah tanda bahwa kekhawatiran pasokan telah berkurang karena produksi dan impor meningkat dari tingkat tahun sebelumnya.
Sementara itu, pemerintah India akan meminta Australia mengambil langkah-langkah untuk memastikan pasokan batu bara kokas yang stabil, kata empat sumber, sebagai bagian dari upaya untuk membantu pabrik baja yang terguncang akibat menurunnya pasokan dan kenaikan harga bahan mentah utama. dalam pembuatan baja.
Nagendra Nath Sinha, pejabat paling senior di Kementerian Baja federal India, akan bertemu dengan Philip Green, komisaris tinggi Australia untuk India, dan kedua belah pihak kemungkinan besar akan membahas kebutuhan India akan batu bara kokas, kata sumber tersebut, termasuk dua pejabat pemerintah India. dan dua eksekutif industri.
Bulan lalu, harga batu bara kokas Australia melonjak 50% menjadi lebih dari US$ 350 per metrik ton karena beberapa faktor seperti penghentian pemeliharaan, pasokan dari Queensland yang lebih rendah dari biasanya, dan jaringan kereta api yang lebih lambat.
Sementara itu, harga batu bara Eropa diperkirakan akan tetap berada di bawah tekanan pada minggu ini karena pasokan yang cukup, permintaan yang lesu, dan harga gas yang lesu membebani pasar.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






