Samudera Indonesia (SMDR) Suntik Modal Anak Usaha Rp 460 Miliar
JAKARTA, investor.id – PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) melakukan penambahan penyertaan modal sebesar Rp 460 miliar ke dalam PT Samudera Pelabuhan Indonesia (SPLI), yang merupakan anak usaha dan pihak terafiliasi perseroan. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan investasi SPLI.
“Perseroan telah melaksanakan penambahan penyertaan modal ke dalam SPLI dengan total nilai investasi sebesar Rp 460 miliar, yang akan dilakukan melalui pengeluaran saham baru oleh SPLI sebanyak 460.000 saham. Sehingga, kepemilikan perseroan dalam SPLI setelah transaksi penyertaan modal menjadi 99,98% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor SPLI,” kata Direktur Kepatuhan dan Sekretaris Perusahaan Samudera Indonesia Farida Helianti Sastrosatomo dalam keterangan resminya, Kamis (16/11/2023).
Farida memaparkan, sebelum transaksi penyertaan modal, Samudera Indonesia memiliki 1.246.227 saham atau 99,97% dari total saham yang dikeluarkan SPLI. Sisanya sebanyak 248 saham atau 0,0199% dimiliki oleh PT Samudera Indonesia Tangguh, dan 2 saham atau 0,0002% oleh PT Samudera Wadah Mitra.
Setelah transaksi, kepemilikan emiten berkode saham SMDR tersebut di SPLI meningkat menjadi 1.706.227 saham atau 99,98% dari total saham Samudera Pelabuhan Indonesia, dan sisanya sebanyak 248 saham atau 0,0145% milik PT Samudera Indonesia Tangguh, serta 2 saham atau 0,0001% milik PT Samudera Wadah Mitra.
Farida menyebut, harga saham baru yang dikeluarkan SPLI adalah sebesar Rp 1 juta per saham. SPLI merupakan perusahaan terafiliasi dari SMDR, mengingat SPLI merupakan anak usaha perseroan, serta keduanya adalah pihak yang dikendalikan baik langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang sama, yaitu PT Samudera Indonesia Tangguh.
Lebih lanjut, terdapat anggota komisaris utama dan komisaris SPLI, yaitu Bani Maulana Mulia dan Ridwan Hamid, yang keduanya juga menjabar sebagai direktur utama dan direktur keuangan di perseroan.
Baca Juga:
Ekspansi Terbaru Garuda (GIAA)“Transaksi penyertaan modal dilakukan dalam rangka memperkuat struktur permodalan SPLI, serta menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung investasi dan kegiatan usahanya. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kontribusi pendapatan kepada perseroan, dan pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah kepada pemegang saham publik,” ungkap Farida.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





