Jumat, 15 Mei 2026

Usaha Patungan Astra (ASII) dan Bisnis Data Center

Penulis : Thresa Sandra Desfika
21 Nov 2023 | 08:56 WIB
BAGIKAN
PT Astra International Tbk. Ist
PT Astra International Tbk. Ist

JAKARTA, investor.id - PT Astra International Tbk (ASII) mengungkapkan perkembangan terkini usaha patungannya (joint venture/JV) dengan Equinix, perusahaan digital infrastruktur dunia. Usaha patungan itu saat ini masih dalam tahap membangun data center.

Dalam public expose ASII 2023 baru-baru ini, Direktur Astra Santosa menjelaskan, perseroan saat ini sedang membangun data center yang pertama, tahap satu.

“Kami harapkan akan selesai keseluruhannya dengan total luasan sekitar 5.300 m2, yang nantinya bisa memiliki 1.600 kabinet, untuk melayani perusahaan-perusahaan multinasional maupun domestik di Indonesia,” papar Santosa dikutip Selasa (21/11/2023).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan bahwa data center tersebut ditargetkan bisa beroperasi secara komersial pada akhir 2024.

“Kami harap topping off dapat dilakukan sebelum akhir tahun ini dan commercial operation dapat dimulai pada akhir 2024 atau awal 2025,” ungkapnya.

Usaha Patungan

Sebagai informasi, Equinix (Nasdaq: EQIX) dan Astra International Tbk telah mengumumkan pembentukan usaha patungan pada 11 April 2023, untuk mengembangkan infrastruktur digital di Indonesia yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam negeri dan multinasional dalam mempercepat transformasi digitalnya.

Equinix dan Astra membentuk perusahaan patungan tersebut dengan kepemilikan modal saham 75% Equinix dan 25% Astra.

Dengan menggabungkan keahlian infrastruktur digital berskala global yang dimiliki Equinix dan pengalaman luas Astra di Indonesia, perusahaan patungan ini akan membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia  untuk mengembangkan kapabilitas digital mereka dan memanfaatkan teknologi baru, seperti hybrid multicloud, 5G, internet of things (IoT), kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan lainnya.

Rencananya pada tahap awal, usaha patungan ini akan mengembangkan dan mengoperasikan sebuah International Business Exchange (IBX) data center di pusat Jakarta bernama JK1, kemudian berekspansi lebih lanjut di Indonesia.

Terletak di kawasan pusat bisnis Jakarta dan dekat dengan internet exchange utama, jelas keterangan resmi ASII beberapa waktu lalu, JK1 akan membantu perusahaan dalam negeri dan multinasional yang beroperasi di Indonesia untuk mencapai kinerja yang optimal melalui infrastruktur digital dan ekosistem yang dinamis.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia