Kamis, 14 Mei 2026

Mengintip Target Harga Saham Jagoan Lo Kheng Hong (BNGA)

Penulis : Thresa Sandra Desfika
21 Nov 2023 | 12:06 WIB
BAGIKAN
Pekerja sedang membersihkan logo Bank CIMB Niaga di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR
Pekerja sedang membersihkan logo Bank CIMB Niaga di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

JAKARTA, investor.id - Emiten Portofolio Lo Kheng Hong, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencetak laba bersih tumbuh 27,6% yoy menjadi Rp 4,9 triliun di 9M23.

Menurut Analis Phintraco Sekuritas Nurwachidah dan Valdy Kurniwan, hal tersebut sejalan dengan net interest income sebesar Rp 10,187 miliar pada 9M23 yang meningkat 19,2% yoy. Selain itu beban provisi pada 9M23 tercatat sebesar Rp 1,779 miliar, jumlah ini turun 36,8% yoy dari Rp 2,814 miliar pada 9M22. Sehingga BNGA dapat mengoptimalkan laba bersih pada 9M23.

“BNGA berhasil menurunkan COC (cost of credit) menjadi 1,2% pada 9M23, dari sebelumnya 1,8% pada 9M22. Hal ini mendasari optimisme BNGA untuk merevisi turun panduan COC untuk tahun 2023, menjadi sebesar 1,1%-1,2% dari target sebelumnya sebesar 1,6%-1,8%,” jelas Nurwachidah dan Valdy Kurnawan dalam risetnya yang dipublikasikan, Selasa (21/11/2023).

ADVERTISEMENT

Mereka menambahkan, BNGA mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 5,2% yoy menjadi Rp 205,58 triliun pada 9M23. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh retail loan yang berkontribusi sebesar 45,8% terhadap total kredit. Di tengah pertumbuhan kredit tersebut BNGA tetap berhasil menurunkan nilai NPL-nya menjadi 2,4% di 9M23 dari 3,6% di 9M22. Dari sisi likuiditas LDR BNGA terjaga di 86,9% pada 9M23 turun 5 bps dari 9M22.

Lebih lanjut, BNGA berhasil menjaga pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), DPK tumbuh 3,55% yoy menjadi Rp 235,3 trirliun pada 9M23. CASA tercatat sebesar Rp 156,96 triliun meningkat 4,5% yoy, sehingga menghasilkan CASA ratio sebesar 66,7% pada periode yang sama. Sementara CASA untuk tahun 2018 tercatat sebesar 52,6% dengan CAGR 58% selama 5 tahun terakhir. Seiring dengan pertumbuhan kredit dan CASA, Return on Equity berhasil tumbuh 25 bps yoy menjadi 15,4% pada 9M23.

Nilai transaksi OCTO mobile tumbuh 97,3% yoy di 9M23. Jumlah pengguna OCTO mobile hingga 9M23 tercatat tumbuh 15,3% ytd. Seiring dengan pertumbuhan jumlah pengguna tersebut nilai transaksi OCTO mobile tumbuh 97,3%.

“Hal ini sejalan dengan fokus utama BNGA, yaitu memperluas basis nasabah dan mendorong digital engagement yang lebih baik untuk masa depan. OCTO mobile sendiri mendapatkan respons yang sangat baik dari penggunanya karena didukung oleh tampilan yang user friendly diikuti dengan berbagai fitur yang memudahkan transaksi nasabah,” jelas riset Phintraco.

BNGA terus mengembangkan layanan OCTO mobile untuk menjagkau lebih banyak nasabah individu dan usaha. BNGA menargetkan tren peningkatan CASA rasio terus berlanjut. Dari sisi penyaluran kredit, BNGA akan tetap fokus pada pembiayaan consumer dan small medium enterprise. Khusus segmen SME, BNGA berencana untuk lebih selektif dalam menyalurkan pinjaman ke sejumlah sektor yang dinilai masih potensial di 2024. Upaya ini sebagai bagian dari antisipasi uncertainty risk yang masih cukup tinggi di 2024.

Nurwachidah dan Valdy Kurniwan menyebutkan, dengan menggunakan metode Dividend Discount Model, mendapatkan harga wajar BNGA sebesar Rp 1.946 (9.12x expected PER). “Sehingga kami memberikan rating buy untuk BNGA,” kata mereka.

Pada perdagangan sesi I 21 November, saham BNGA diparkir di Rp 1.720. Dengan asumsi target harga Rp 1.946, maka ada potensi kenaikan 13,13%.

Lo Kheng Hong

Sementara itu, kepemilikan Lo Kheng Hong atas saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) terpantau bertambah.

Pasalnya, investor kawakan itu tercatat jadi memiliki 19.764.000 saham BNGA atau 0,08% per 31 Oktober 2023. Membuatnya berada di nomor 13 pemegang saham terbesar Bank CIMB Niaga (BNGA).

Di akhir bulan September 2023, Pak Lo – sapaan akrabnya – saat itu masih memegang 12.912.600 saham BNGA atau 0,05%. Artinya, jumlah saham BNGA koleksi Lo Kheng Hong bertambah 6.851.400 saham di akhir Oktober.

Pada sebuah kesempatan baru-baru ini, Lo Kheng Hong sempat mengungkapkan harapannya atas BNGA agar mampu mengulang pencapaian yang sama seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang terus bertumbuh.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 9 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 17 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 35 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia