Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Naik, Dipicu Spekulasi Pengurangan Produksi Lebih Lanjut OPEC

Penulis : Indah Handayani
21 Nov 2023 | 12:27 WIB
BAGIKAN
Harga minyak jatuh sekitar 4% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan minyak mentah Brent jatuh di bawah US$ 100 per barel 
Sumber: Antara
Harga minyak jatuh sekitar 4% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan minyak mentah Brent jatuh di bawah US$ 100 per barel Sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Harga minyak naik menjadi harga US$ 77,65 pada Selasa pagi (21/11/2023). Dipicu spekulasi pengurangan produksi lebih lanjut OPEC yang semakin gencar. 

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, dalam upayanya menjaga stabilitas pasar minyak global, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memutuskan untuk melakukan pengurangan produksi lebih lanjut. Seiring berita tersebut, Uni Emirat Arab (UEA) diizinkan untuk meningkatkan pasokan minyaknya sesuai dengan ketentuan kesepakatan saat ini.

Uni Emirat Arab berhasil memenangkan konsesi pada pertemuan dengan OPEC bulan Juni lalu, bersiap untuk meningkatkan produksinya hal ini dikarenakan bahwa produksi yang sudah ada tidak mempengaruhi penambahan kapasitas selama beberapa tahun terakhir. “Fokus pasar masih tertuju pada kekhawatiran potensi pengurangan produksi dari negara-negara anggota lainnya,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Selasa (21/11/2023).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menambahkan, Rusia telah mengkonfirmasi niatnya untuk memperpanjang pengurangan produksi hingga kuartal pertama tahun 2024. Pada tahun 2023, proyeksi pertumbuhan pasokan dari produsen non-OPEC diperkirakan mencapai 2,2 juta barrel per hari, mengungguli peningkatan permintaan sebelumnya yakni sebesar 1,9 juta barel per hari.

“Tantangan besar menanti OPEC untuk menjaga keseimbangan pasar minyak dengan terus membatasi produksi. Dalam konteks gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, kelangsungan upaya koordinasi ini akan menjadi kunci bagi stabilitas harga minyak dunia,” papar Tim Research and Development ICDX.

Dalam sebulan terakhir, Tim Research and Development ICDX menyebut harga minyak mengalami penurunan signifikan dan bahkan mulai mengalami fenomena contango, seiring memburuknya sentimen pasar. Pasar Asia, yang biasanya menjadi kontributor utama ekspor minyak dari Timur Tengah, masih relatif stabil terhadap contango.

Proyeksi OPEC pada 2023 memperkirakan pertumbuhan permintaan sebesar 1,9 juta barel per hari, dengan pasokan non-OPEC produsen minyak diperkirakan akan melampaui angka tersebut, terutama karena peningkatan produksi AS sebesar 1,5 juta barel per hari.

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menambahkan, data ekonomi  pada hari Senin mengungkapkan bahwa indikator utama AS untuk bulan Oktober turun 0,8% MoM dari penurunan 0,7% MoM di bulan September. Pelaku pasar menilai laporan tersebut menunjukkan bahwa inflasi yang tinggi, suku bunga yang tinggi, dan belanja konsumen yang menyusut akan mendorong ekonomi AS ke dalam resesi yang sangat singkat.

Fokus pasar selanjutnya menunggu Notulen Pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada hari Selasa, untuk memberi petunjuk mengenai arah suku bunga di masa depan. Selain itu, rilisnya data persediaan minyak mentah AS, termasuk Stok Minyak Mentah Mingguan API dan EIA.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 78,56 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 76,31 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia