Harga Minyak Naik, Dipicu Spekulasi Pengurangan Produksi Lebih Lanjut OPEC
JAKARTA, investor.id - Harga minyak naik menjadi harga US$ 77,65 pada Selasa pagi (21/11/2023). Dipicu spekulasi pengurangan produksi lebih lanjut OPEC yang semakin gencar.
Tim Research and Development ICDX menjelaskan, dalam upayanya menjaga stabilitas pasar minyak global, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memutuskan untuk melakukan pengurangan produksi lebih lanjut. Seiring berita tersebut, Uni Emirat Arab (UEA) diizinkan untuk meningkatkan pasokan minyaknya sesuai dengan ketentuan kesepakatan saat ini.
Uni Emirat Arab berhasil memenangkan konsesi pada pertemuan dengan OPEC bulan Juni lalu, bersiap untuk meningkatkan produksinya hal ini dikarenakan bahwa produksi yang sudah ada tidak mempengaruhi penambahan kapasitas selama beberapa tahun terakhir. “Fokus pasar masih tertuju pada kekhawatiran potensi pengurangan produksi dari negara-negara anggota lainnya,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Selasa (21/11/2023).
Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menambahkan, Rusia telah mengkonfirmasi niatnya untuk memperpanjang pengurangan produksi hingga kuartal pertama tahun 2024. Pada tahun 2023, proyeksi pertumbuhan pasokan dari produsen non-OPEC diperkirakan mencapai 2,2 juta barrel per hari, mengungguli peningkatan permintaan sebelumnya yakni sebesar 1,9 juta barel per hari.
“Tantangan besar menanti OPEC untuk menjaga keseimbangan pasar minyak dengan terus membatasi produksi. Dalam konteks gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, kelangsungan upaya koordinasi ini akan menjadi kunci bagi stabilitas harga minyak dunia,” papar Tim Research and Development ICDX.
Dalam sebulan terakhir, Tim Research and Development ICDX menyebut harga minyak mengalami penurunan signifikan dan bahkan mulai mengalami fenomena contango, seiring memburuknya sentimen pasar. Pasar Asia, yang biasanya menjadi kontributor utama ekspor minyak dari Timur Tengah, masih relatif stabil terhadap contango.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






