Kamis, 14 Mei 2026

Harga Minyak Naik, Dipicu Spekulasi Pengurangan Produksi Lebih Lanjut OPEC

Penulis : Indah Handayani
21 Nov 2023 | 12:27 WIB
BAGIKAN
Harga minyak jatuh sekitar 4% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan minyak mentah Brent jatuh di bawah US$ 100 per barel 
Sumber: Antara
Harga minyak jatuh sekitar 4% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan minyak mentah Brent jatuh di bawah US$ 100 per barel Sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Harga minyak naik menjadi harga US$ 77,65 pada Selasa pagi (21/11/2023). Dipicu spekulasi pengurangan produksi lebih lanjut OPEC yang semakin gencar. 

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, dalam upayanya menjaga stabilitas pasar minyak global, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memutuskan untuk melakukan pengurangan produksi lebih lanjut. Seiring berita tersebut, Uni Emirat Arab (UEA) diizinkan untuk meningkatkan pasokan minyaknya sesuai dengan ketentuan kesepakatan saat ini.

Uni Emirat Arab berhasil memenangkan konsesi pada pertemuan dengan OPEC bulan Juni lalu, bersiap untuk meningkatkan produksinya hal ini dikarenakan bahwa produksi yang sudah ada tidak mempengaruhi penambahan kapasitas selama beberapa tahun terakhir. “Fokus pasar masih tertuju pada kekhawatiran potensi pengurangan produksi dari negara-negara anggota lainnya,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Selasa (21/11/2023).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menambahkan, Rusia telah mengkonfirmasi niatnya untuk memperpanjang pengurangan produksi hingga kuartal pertama tahun 2024. Pada tahun 2023, proyeksi pertumbuhan pasokan dari produsen non-OPEC diperkirakan mencapai 2,2 juta barrel per hari, mengungguli peningkatan permintaan sebelumnya yakni sebesar 1,9 juta barel per hari.

“Tantangan besar menanti OPEC untuk menjaga keseimbangan pasar minyak dengan terus membatasi produksi. Dalam konteks gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, kelangsungan upaya koordinasi ini akan menjadi kunci bagi stabilitas harga minyak dunia,” papar Tim Research and Development ICDX.

Dalam sebulan terakhir, Tim Research and Development ICDX menyebut harga minyak mengalami penurunan signifikan dan bahkan mulai mengalami fenomena contango, seiring memburuknya sentimen pasar. Pasar Asia, yang biasanya menjadi kontributor utama ekspor minyak dari Timur Tengah, masih relatif stabil terhadap contango.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 57 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia