Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Anjlok, Dipicu Pembebasan Sandera di Gaza

Penulis : Indah Handayani
25 Nov 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak. Sumber:  REUTERS/Drone Base/File Photo
ilustrasi harga minyak. Sumber: REUTERS/Drone Base/File Photo

HOUSTON, investor.id – Harga minyak anjlok pada Jumat (24/11/2023). Dipicu pembebasan beberapa sandera di Gaza mengurangi premi risiko geopolitik. Meski demikian, harga minyak mencatatkan kenaikan mingguan menjelang pertemuan OPEC+ pada pekan depan untuk memutuskan pengurangan produksi pada 2024.

Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent turun 84 sen (1%) menjadi US$ 80,58 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$ 1,56 (2%) dari penutupan Rabu (22/11/2023) menjadi US$ 75,54. Tidak ada penyelesaian untuk WTI pada hari Kamis karena libur Thanksgiving di Amerika Serikat (AS).

Kelompok sandera pertama yang dibebaskan dari penawanan di Gaza kembali ke Israel pada hari Jumat (24/11/2023). Pada hari pertama dari rencana gencatan senjata selama empat hari di mana pertukaran sandera lebih lanjut dengan tahanan Palestina akan dilakukan.

ADVERTISEMENT

“Fakta bahwa mereka menindaklanjutinya sangat signifikan dalam mengurangi premi risiko,” kata John Kilduff, partner di Again Capital LLC di New York.

Kedua kontrak tersebut mengalami kenaikan mingguan pertamanya dalam lima minggu terakhir. Karena OPEC+ bersiap menghadapi pertemuan yang akan membahas agenda penurunan produksi setelah harga minyak turun baru-baru ini. Hal ini disebabkan kekhawatiran permintaan dan meningkatnya pasokan, terutama dari produsen non-OPEC.

Kelompok OPEC+, yang terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, mengejutkan pasar pada Rabu (22/11/2023) dengan menunda pertemuan dari semula 26 November menjadi 30 November setelah produsen kesulitan mencapai konsensus mengenai tingkat produksi.

OPEC+ semakin mendekati kompromi dengan produsen minyak Afrika mengenai tingkat produksi 2024, tiga sumber OPEC+ mengatakan kepada Reuters.

“Hasil yang paling mungkin terjadi saat ini tampaknya adalah perpanjangan dari pemotongan yang sudah ada,” kata analis IG Tony Sycamore.

Penundaan yang mengejutkan ini pada awalnya membuat kontrak berjangka Brent turun sebanyak 4% dan WTI sebanyak 5% dalam perdagangan intraday pada Rabu lalu. Perdagangan tetap tenang selama hari libur AS pada Kamis (23/11/2023).

“Meskipun saya tidak terlalu terkejut melihat kebocoran atau komentar selama akhir pekan yang masih berdampak pada harga minyak pada pembukaan minggu depan, pertemuan sebenarnya yang terjadi pada hari Kamis dapat membuat pikiran para pedagang agak tenang,” kata Craig. Erlam, analis pasar senior di OANDA.

Analis CMC Markets Tina Teng mengatakan, Titik terang datang dari prospek perekonomian jangka pendek di China. “Data China baru-baru ini dan bantuan baru kepada sektor properti yang berhutang bisa menjadi positif bagi tren jangka pendek pasar minyak,” kata Teng.  

Namun kenaikan tersebut dapat dibatasi oleh stok minyak mentah AS yang lebih tinggi dan margin penyulingan yang buruk, yang menyebabkan melemahnya permintaan dari kilang-kilang AS, kata para analis.

“Perkembangan fundamental bersifat bearish dengan meningkatnya persediaan minyak AS,” kata analis ANZ dalam sebuah catatan.

Namun, prospek jangka panjang China masih lemah. Para analis mengatakan pertumbuhan permintaan minyak bisa melemah menjadi sekitar 4% pada paruh pertama tahun 2024 karena krisis di sektor properti membebani penggunaan solar.

Pertumbuhan produksi non-OPEC akan tetap kuat, dengan perusahaan energi negara Brazil, Petrobras, berencana untuk menginvestasikan US$ 102 miliar selama lima tahun ke depan untuk meningkatkan produksi menjadi 3,2 juta barel setara minyak per hari (boepd) pada 2028, naik dari 2,8 juta boepd pada 2024.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia